Sukses Balik Arah, 3 Hari Berturut IHSG Landing di Zona Hijau

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
15 October 2021 15:47
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat sebesar 0,11 % ke level 6.633,34, pada perdagangan hari ini Jumat (15/10/2021).

Di awal-awal perdagangan, IHSG sempat melesat lebih dari 0,5% dan tembus level 6.645,26. Setelah itu IHSG langsung balik arah. IHSG masih mampu mencatatkan penguatan setelah mencetak hat trick alias naik tiga hari beruntun.

IHSG sempat terkena indikasi aksi ambil untung (profit taking) sehingga mengalami koreksi. Data perdagangan mencatat ada sebanyak 244 saham menguat, 258 melemah dan 163 stagnan.


Asing pun masih agresif dalam mengkoleksi saham-saham Tanah Air. Hal ini tercermin dari nilai transaksi net buy asing yang mencapai Rp 664,79 miliar di pasar reguler.

Saham yang paling banyak dikoleksi asing adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net buy masing-masing sebesar Rp 734,5 miliar dan Rp 90,6 miliar di awal perdagangan.

Sementara itu saham yang banyak dilepas asing adalah saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dengan net sell masing-masing sebesar Rp 127,3 miliar dan Rp 57,6 miliar.

IHSG mampu bangkit di akhir perdagangan di sentimen global dan domestik sejatinya sedang positif. Dari luar, tiga indeks saham acuan bursa New York ditutup di zona hijau dengan kenaikan yang signifikan dini hari tadi.

Indeks Dow Jones Industrial (DJI) bertambah 1,56%. Indeks S&P 500 melesat 1,71% dan Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan apresiasi sebesar 1,73%.

Penguatan signifikan tiga indeks saham Wall Street lebih dari 1,5% dipicu oleh rilis kinerja keuangan emiten yang lebih baik dari perkiraan.

Sementara itu sentimen positif dari dalam negeri datang dari surplus neraca dagang bulan September 2021 yang mencapai US$ 4,37 miliar.

Surplus neraca dagang didorong oleh peningkatan ekspor yang mencapai 47,64% secara year on year (yoy). Sementara itu impor juga tercatat tumbuh 40,31% yoy di waktu yang sama.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading