Amsyong... Harga Batu Bara Ambles 2,4% dalam 2 Hari!

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
15 October 2021 07:09
Coal piles are seen at a warehouse of the Trypillian thermal power plant, owned by Ukrainian state-run energy company Centrenergo, in Kiev region, Ukraine November 23, 2017. Picture taken November 23, 2017. REUTERS/Valentyn Ogirenko

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara turun lagi. Aksi ambil untung (profit taking) sepertinya menjadi penyebab utama koreksi tersebut.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 253,75/ton. Turun 0,48% dari hari sebelumnya.

Koreksi ini membuat harga si batu hitam melemah dua hari beruntun. Selama dua hari tersebut, penurunan harga tercatat 2,4%.


Namun meski anjlok lebih dari 2% dalam dua hari, harga batu bara masih membukukan kenaikan 38,07% dalam sebulan terakhir. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga meroket 204,35%.

So, sepertinya adalah aksi profit taking yang membuat harga batu terkoreksi. Sebab, keuntungan yang didapat investor memang tidak main-main.

Kenaikan harga gas alam yang begitu tajam mendukung lesatan harga batu bara. Harga gas alam di Henry Hub (Oklahoma, Amerika Serikat) melejit 121,5% secara year-to-date.

Saat harga gas alam naik, maka biaya pembangkitan listrik dengan sumber energi primer dari komoditas ini semakin mahal. Di Eropa, biaya pembangkitan listrik dengan gas alam pada 12 Oktober 2021 adalah EUR 85,22/MWh. Sementara dengan batu bara adalah EUR 54,76/MWh.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Naik Lagi, Batu Bara Dekati Rekor Tertinggi


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading