Ritel Ngamuk Lagi, Nilai Transaksi di BEI Rekor Rp 13 T/Hari

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 October 2021 11:15
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indikator pasar modal tanah air menunjukkan perbaikan setelah bangkit dari pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata transaksi harian bursa (RNTH) yang sudah mencapai rata-rata Rp 13 triliun dalam sehari.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno Djajadi mengungkapkan, capaian tersebut mengalami peningkatan dua kali lipat dalam kurun lima tahun terakhir.

"Tingginya aktivitas transaksi mencapai rekor baru, rata-rata nilai transaksi lebih dari Rp 13 triliun per hari, naik 2 kali dalam 5 tahun. Frekuensi 1,2 juta per hari, tertinggi di Asean dalam 3 tahun terakhir," kata Inarno, di acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/2021).


Dari sisi volume perdagangan, juga terjadi lonjakan di mana lebih dari 19 miliar saham diperdagangkan setiap harinya. Inarno berharap, membaiknya indikator di pasar modal tersebut akan membantu pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini membuat kinerja IHSG yang menguat 9,33% ke level 6.536,90 sejak awal tahun, masih lebih baik dari bursa saham Malaysia dan Filipina yang terkoreksi 1,83% dan 0,99%.Hanya saja, kinerja IHSG masih sedikit di bawah bursa Singapura dan Thailand yang menguat 11,05% dan 13,41%.

BEI juga mencatat, sampai dengan 30 September 2021, terdapat 750 perusahaan yang tercatat di bursa, di mana ada penambahan 38 emiten baru di tahun ini.

Tak hanya dari aktivitas perdagangan, BEI juga mencatatkan rekor baru dari sisi penambahan investor baru. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sampai dengan September, investor di pasar modal tanah air meningkat signifikan sebesar 65,74% menjadi 6.431.444 investor dari posisi Desember 2020. Dari jumlah tersebut, investor saham saja meningkat 71,59% menjadi 2,9 juta SID.

"Jumlah investor saham baru saat ini mengalami peningkatan dalam 8 bulan terakhir, mencapai rekor baru 1 juta investor saham baru. Antusias masyarakat berinvestasi dan menjadi bagian dari pasar modal masih sangat tinggi," bebernya.

Sebagai informasi, BEI menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) pada tahun 2022 di kisaran Rp 13,5 triliun. Nilai rerata transaksi harian itu naik dari proyeksi bursa sepanjang tahun 2021 sebesar Rp 12 triliun.

Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa, Laksono Widodo optimis target itu dapat dicapai seiring dengan tren penambahan jumlah investor ritel.

Dia menilai, penambahan investor saat ini sudah menjadi penopang terbesar dalam transaksi di bursa saham domestik, di mana partisipasi investor ritel memberi andil 60% terhadap nilai transaksi bursa pada Januari hingga Agustus 2021. Sehingga, tren ini akan menjadi katalis positif bagi peningkatan transaksi harian.

"Tahun depan target Rp 13,5 triliun," ujarnya, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, pada tahun ini BEI juga menargetkan jumlah penawaran umum dari seluruh instrumen baik pencatan saham, obligasi, Efek Beragun Aset (EBA), DINFRA, hingga ETF di tahun ini akan mencapai 66 penawaran umum.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading