Habis Meroket 15% dalam 3 Hari, Harga Batu Bara Nyungsep

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 October 2021 07:04
Tambang Kaltim Prima Coal

Akan tetapi, fundamental yang kuat bisa membuat harga batu bara naik lagi. Tingginya permintaan akan kembali mendongkrak harga komoditas andalan ekspor Indonesia tersebut.

Toby Hassall, Analis Refinitiv, menilai kenaikan harga gas alam yang begitu tajam mendukung lesatan harga batu bara. Kemarin, harga gas alam di Henry Hub (Oklahoma, Amerika Serikat) melejit 2,78% Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga meroket 122,92%.

Saat harga gas alam naik, maka biaya pembangkitan listrik dengan sumber energi primer dari komoditas ini semakin mahal. Di Eropa, biaya pembangkitan listrik dengan gas alam pada 12 Oktober 2021 adalah EUR 85,22/MWh. Sementara dengan batu bara adalah EUR 54,76/MWh.


So pasti dunia usaha berlomba-lomba mengalihkan sumber energi primer pembangkit listrik dari gas alam ke batu bara. Perburuan terhadap batu bara membuat harganya terus naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Naik Lagi, Batu Bara Dekati Rekor Tertinggi

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading