Rekor Lagi! Market Cap BBRI Tembus Rp 648,67 T

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
13 October 2021 19:30
Postur Keuangan BRI Terus Bertumbuh, Meski Portofolio BRIS dialihkan Ke
BSI

Jakarta, CNBC Indonesia - Usai melakukan Pasca melakukan aksi korporasi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue jumbo senilai Rp 96 triliun, harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus mengalami apresiasi.

Harga saham BBRI terpantau naik 0,96% ke level harga Rp 4.280/unit pada perdagangan hari ini, Rabu (13/10/2021) dengan perdagangan yang cukup ramai di angka Rp 1,13 triliun, berdasarkan catatan RTI.

Hal ini membuat BBRI memiliki kapitalisasi pasar yang terus memecahkan rekor. Setelah kemarin market cap BBRI mencapai Rp 639 triliun, pada penutupan perdagangan hari ini market cap perusahaan mencapai Rp 648,67 triliun.


Hari ini saham BBRI tercatat naik 1,42% ke level Rp 4.280/saham, dibandingkan hari sebelumnya Rp 4.180/saham. Saham BBRI dibuka di level Rp 4.220/saham, dan bergerak ke posisi tertinggi Rp 4.300 hari ini.

Kenaikan saham BBRI menunjukkan bahwa investor optimis kinerja BBRI akan semakin cemerlang dengan adanya pembentukan Holding Ultra Mikro (UMi) bersama dengan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Manajemen BBRI optimis dengan konsolidasi dua bisnis keuangan BUMN tersebut di bawahnya bakal mendorong pertumbuhan kredit hingga dobel digit dengan pertumbuhan tahunan secara compounding (CAGR) 13,5% hingga 5 tahun ke depan.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan suksesnya pelaksanaan rights issue dan pergerakan positif saham BBRI pasca rights issue merupakan apresiasi dan dukungan positif dari investor terhadap langkah strategis BRI.

"Peningkatan kapitalisasi pasar yang menembus all time high itu tak terlepas dari kejelasan visi dan strategi BRI ke depan dengan value proposition dari rights issue tersebut. Yakni penguatan ekosistem usaha ultra mikro nasional sebagai sumber pertumbuhan baru bagi perseroan," ujarnya.

Dengan menyasar segmen ultra mikro, BRI siap masuk ke segmen bisnis yang lebih kecil dari mikro atau go smaller namun dengan potensi ekonomi yang besar.

Holding Ultra Mikro juga akan berkontribusi terhadap konsep-konsep pembangunan yang berdasarkan Environmental, Social, dan Governance (ESG).

Melalui pemberdayaan pelaku usaha Ultra Mikro, BRI selaku induk Holding Ultra Mikro akan meningkatkan kapabilitas usaha di segmen tersebut, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan.

"Saya kira ini yang diapresiasi oleh investor publik dengan baik. Dan ini merupakan spirit bahwa sebenarnya struktur ataupun pilar ekonomi Indonesia memang masih mayoritas didukung oleh segmen yang kecil-kecil, terutama di UMKM, dan terutama lagi di ultra mikro yang masih banyak yang harus kita layani," ungkap Sunarso.


[Gambas:Video CNBC]

(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading