Salip DBS, Bos BCA: Market Cap Kami Terbesar di Asia Tenggara

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
13 October 2021 14:46
Presiden Direktur. BCA, Jahja Setiaatmadja (ist)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja mengungkapkan saat ini nilai kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) BCA menjadi yang terbesar untuk bank di Asia Tenggara.

Berdasarkan data perdagangan BEI, Rabu (13/10/2021), nilai kapitalisasi pasar BBCA setelah pemecahan nilai nominal saham (stock split) menembus Rp 936,89 triliun, setara dengan US$ 66 miliar (Rp 14.300/US$) menjadi level tertinggi (all time high) sejak BCA melantai di bursa saham sejak 31 Mei 2000.

Jahja menilai, capaian itu sudah melampaui nilai kapitalisasi pasar bank terbesar asal Singapura, DBS yang saat ini nilai kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 57 miliar atau setara dengan Rp 815 triliun.


"Saya bersyukur bahwa respons investor luar negeri dan lokal sangat positif atas saham BCA, sehingga market cap saat ini jadi [sekitar] US$ 63 miliar, sudah melewati Bank DBS Holdings di Singapura yang market cap-nya US$ 57 miliar. Sehingga, BCA menjadi yang terbesar di Asia Tenggara," kata Jahja, kepada CNBC Indonesia, Rabu (13/10/2021).

Seperti diketahui, pada hari ini, BCA resmi menerapkan harga baru stock split saham dengan rasio 1:5.

Jahja mengatakan, dengan harga baru yang mulai diperdagangkan hari ini, perseroan berharap harga saham BCA menjadi relatif terjangkau dan mendapat sambutan positif dari investor.

"Terutama investor pemula yang saat ini aktif berinvestasi di pasar modal," katanya.

Perseroan, kata Jahja, tetap berkomitmen menjaga soliditas fundamental BCA melalui pertumbuhan kinerja yang berkesinambungan, sehingga memberikan nilai tambah kepada segenap pemegang saham.

Adapun, nilai nominal per saham BBCA sebelum stock split adalah Rp 62,5, sedangkan nilai nominal per saham BBCA setelah stock split menjadi sebesar Rp 12,5.

Sesuai dengan jadwal, Selasa (12/10/2021) kemarin merupakan hari bursa terakhir saham BBCA diperdagangkan dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi.

Selanjutnya, harga saham BBCA dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan pada pasar reguler dan pasar negosiasi pada hari ini.

Sebagai informasi, harga saham BBCA pada Rabu ini berkisar Rp 7.320 per saham, atau setara dengan Rp 36.600 per saham sebelum stock split.

Selanjutnya, saham dengan nilai nominal baru hasil stock split akan didistribusikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada pemegang saham pada 15 Oktober 2021.

Jelang penutupan perdagangan sesi II, Rabu ini, saham BBCA naik 2,73% di Rp 7.500, setelah di sesi I sempat tembus Rp 8.250/saham. Kapitalisasi pasar BBCA jelang penutupan ini Rp 925 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading