Meski Bursa Paman Sam 'Merah', IHSG Hijau Dekati 6.500

Market - Putra, CNBC Indonesia
12 October 2021 09:16
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat tipis 0,04% ke 6.462,32 hari ini, Selasa (12/10/2021). IHSG menjadi salah satu bursa yang bergerak di zona hijau pagi ini di saat bursa Asia dan Wall Street terkoreksi.

Hingga 09.05 WIB, IHSG naik 0,27% ke 6.475,92. Sebanyak 181 saham menguat, 157 melemah 207 dan stagnan. Nilai transaksi di awal perdagangan tembus lebih dari Rp 1 triliun. Net buy asing terbilang kecil hanya Rp 66 miliar.

Saham yang banyak diborong asing adalah saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy masing-masing Rp 28 miliar dan Rp 15 miliar.


Sedangkan saham yang banyak dilego asing adalah saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan net sell masing-masing sebesar Rp 5,6 miliar dan Rp 6 miliar.

Semalam bursa Wall Street AS ditutup ambles di awal pekan. Indeks Dow Jones Industrial melemah 0,72%. Sementara itu S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing terkoreksi lebih dari 0,6%.

Untuk hari ini ada berbagai sentimen yang bakal mewarnai perdagangan dan patut dicermati investor. Pertama, soal perkembangan krisis likuiditas yang dialami raksasa properti China, Evergrande.

Saat ini, pemegang obligasi luar negeri Evergrande masih akan menyimak dan bersiap untuk kabar buruk soal pembayaran kupon obligasi perusahaan senilai US$ 148 juta yang jatuh pada Senin.

Namun, harapan para pemegang obligasi luar negeri untuk mendapat pembayaran semi-tahunan untuk obligasi luar negeri yang jatuh tempo pada April 2022, April 2023 dan April 2024 tampaknya harus disimpan dalam-dalam lantaran Evergrande saat ini lebih memprioritaskan kreditur dalam negeri.

Kedua adalah krisis energi yang sampai saat ini belum reda. Krisis energi kini disebut sudah mulai merambah ke AS.

Menurut catatanĀ CNBC Indonesia, Negeri Adidaya AS pun mulai dihinggapi kecemasan soal krisis energi. Hal ini terlihat dari persediaan gas untuk musim dingin yang terbatas di negara adidaya itu.

Kemarin harga batu bara acuan global naik 14% lebih dalam sehari. Kenaikan harga batu bara dunia bisa menjadi katalis positif untuk saham-saham emiten batu bara domestik.

Di tengah banyaknya sentiment global yang cenderung negatif, sebenarnya ada juga sentimen positif yang datang dari dalam negeri.

Penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia pada Senin (11/10) turun cukup drastis. Konfirmasi kasus positif Covid-19 hanya bertambah 620 kasus. Jumlah ini mirip yang terjadi pada awal pandemi lalu sekitar Juni 2020.

Dalam data resmi yang dikutip, Senin (11/10), kasus positif tambah 620 menjadi 4.228.552, kemudian kasus aktif berkurang 1.889 menjadi 22.541. Lalu, kasus sembuh bertambah 2.444 menjadi 4.063.295. Terakhir, kasus meninggal bertambah 65 menjadi 142.716.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading