Dow Futures Melemah di Tengah Antisipasi Kinerja Bank AS

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
11 October 2021 18:27
Trader Timothy Nick works in his booth on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Jan. 9, 2020. Stocks are opening broadly higher on Wall Street as traders welcome news that China's top trade official will head to Washington next week to sign a preliminary trade deal with the U.S. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin (11/10/2021), di tengah antisipasi pemodal terhadap pergerakan harga komoditas energi dan rilis kinerja keuangan kuartal III-2021 emiten AS.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average melemah hingga 107 poin (-0,3%) dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq juga melemah, masing-masing sebesar 0,5% dan 0,7%.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) melompat lebih dari 2% ke atas level US$ 81/barel. Harga saham energi pun melesat seperti Occidental Petroleum dan Chevron melampaui 1%.


Koreksi juga terjadi setelah Goldman Sachs pada Minggu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi AS menjadi 5,6% pada 2021 dan 4% pada 2022, dengan alasan anjloknya dukungan fiskal dan melambatnya pemulihan belanja konsumen.

Sepanjang pekan lalu, indeks Dow Jones lompat 1,2%, menjadi reli mingguan terbaik sejak 25 Juni. Indeks S&P 500 juga menghijau. Secara bulanan, S&P 500 terhitung menguat 2% pada Oktober dan terpaut hanya 3% dari rekor tertingginya.

Reli pelan lalu terjadi manakala jumlah slip gaji baru (di luar sektor pertanian) hanya bertambah 194.000 pada September, atau jauh dari ekspektasi dalam survei Reuters di angka 500.000. Realisasi itu juga lebih buruk dari angka Agustus (versi revisi) yang sebesar 366.000.

"Rerata pergerakan 3 bulan data slip gaji masih solid di angka 550.000," tutur Joe LaVorgna, Kepala Ekonom Natixis CIB, dalam laporan riset yang dikutip CNBC International. "Dalam laju seperti sekarang, jumlah pembukaan tenaga kerja akan terhitung pulih dari masa pandemi Juli lalu. Pemulihan itu melaju begitu baik hingga The Fed [bank sentral AS] kemungkinan memulai tapering bulan depan."

Terlebih, angka pengangguran terhitung membaik dengan anjlok menjadi 4,8%, atau jauh lebih rendah dari proyeksi ekonom. Mayoritas bank di AS akan mengawali rilis kinerja kuartal III-2021 pada pekan ini, di antaranya JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Bank of America, Morgan Stanley, Wells Fargo dan Citigroup.

Maskapai Delta Airlines juga akan merilis kinerjanya. Analis memperkirakan emiten yang menjadi konstituen indeks S&P 500 akan membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 27,6% per kuartal III-2021, menjadi pertumbuhan kinerja triwulan yang tertinggi ketiga sejak 2010.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading