6 Sentimen Pekan Depan, Dari Neraca Dagang hingga Evergrande

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
10 October 2021 21:00
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu melesat 4,06% ke 6.481,7. Total nilai transaksi mencapai Rp 89,73 triliun dan nilai pembelian bersih (net buy) asing sebesar Rp 10 triliun. Pekan depan, ada beberapa agenda dan risiko yang perlu diwaspadai.

Pertama, agenda yang mesti dipantauĀ investor adalah angka penjualan ritel nasional per Agustus yang dirilis pada Senin. sebelumnya pada Juli, penjualan ritel nasional tercatat turun 2,9%. Jika penurunan berlanjut, maka risk selera mengambil risiko (appetite investor) berpeluang terganggu. Saham ritel patut dicermati pada hari pertama pekan depan.

Selanjutnya sentimen mayor kedua bakal muncul dari Amerika Serikat (AS) yang akan merilis ekspektasi inflasi September. Menurut konsensus Tradingeconomics, inflasi September bakal di angka 5,3% atau meningkat dibandingkan dengan inflasi Agustus sebesar 5,2%.


Jika inflasi tersebut terkonfirmasi masih tinggi, maka proyeksi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengenai inflasi yang "keras kepala" bakal terlihat di depan mata, dan berpeluang mendorong bank sentral terkuat di dunia ini mempercepat kebijakan tapering (pengurangan stimulus moneter ke pasar).

Sentimen ketiga bakal berganti ke China, yang akan merilis neraca perdagangan mereka per September. Neraca perdagangan China diprediksi sebesar US$ 47 miliar, turun dari posisi sebulan sebelumnya sebesar US$ 58,3 miliar.

Menurut proyeksi Tradingeconomics, ekspor dan impor Negeri Panda ini diprediksi masih tumbuh di angka yang sama yakni 21%. Jika realisasinya meleset jauh, pasar bakal bereaksi negatif karena China saat ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi kedua di dunia.

Selanjutnya pada Kamis, China bakal merilis inflasi per September yang diprediksi naik 0,8% secara bulanan dan 0,1% secara tahunan. Keduanya sama seperti angka inflasi pada Agustus. Kemungkinan tidak akan ada kejutan karena Negeri Tirai Bambu dikenal kuat menjaga inflasi.

Pada hari yang sama, AS akan merilis klaim tunjangan pengangguran mingguan, menjadi sentimen mayor keempat yang perlu diperhatikan. Angka klaim tunjangan pengangguran baru ini diekspektasikan membaik ke angka 315.000 jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya sebanyak 326.000 klaim.

Data stok minyak mentah dan minyak olahan AS versi Energy Information Agency (EIA) juga perlu dipantau, untuk mengetahui apakah stok di AS berkurang drastis yang mengindikasikan meningkatnya permintaan jelang musim dingin. Sentimen kelima ini akan memberi gambaran apakah reli harga minyak dan batu bara bakal terus berlangsung dalam jangka menengah.

Terakhir, sentimen keenam akan muncul pada Jumat, di mana Indonesia akan merilis neraca perdagangan September, yang diprediksi bakal berujung pada angka US$ 3,9 miliar, atau melemah dari neraca perdagangan bulan Agustus sebesar US$ 4,7 miliar.

Namun, ada satu agenda korporasi yang patut diperhatikan pekan depan, yakni pembayaran kewajiban obligasi Evergrande senilai US$ 150 juta. Saat ini belum ada komunikasi maupun iktikad baik dari pihak Evergrande untuk menyelesaikan persoalan utang tersebut. Jika situasi memburuk, pasar dipastikan tersapu gelombang koreksi jangka pendek.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading