Sudah Dapat Rp 4,5 T, Waskita Mau Jual 9 Tol Lagi sampai 2024

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 October 2021 19:22
PT Waskita Toll Road (WTR). (Dok. Waskita Toll Road)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) masih akan mendivestasi sebanyak sembilan ruas tol hingga 2024 mendatang. Ini merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk memperbaiki kondisi keuangan dan refocusing bisnis ke jasa konstruksi dan mengurangi investasi di bidang yang tidak sejalan dengan bisnis inti perusahaan.

Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan divestasi ini sudah mulai dilakukan sejak tahun ini dengan empat ruas tol yang sudah dilepas dan hingga Juni 2021 lalu telah mendapatkan dana hingga Rp 4,5 triliun.

"Divestasi jalan tol, jadi kami sudah lakukan 2021 ini, sampai dengan saat ini sudah empat ruas tol yang telah selesai proses divestasi. Satu di Sumatera dan tiga di Jawa. Program ini akan kami lanjutkan sampai 2024," kata Destiawan dalam paparan publik virtual, Jumat (8/10/2021).


Destiawan menjelaskan, dari total 13 tol yang akan dan sudah didivestasikan, sebanyak 50% sudah beroperasi dan sisanya masih dalam dalam tahap penyelesaian.

Salah satu investor yang tertarik untuk mengambilalih tol tersebut adalah Indonesia Investment Authority (INA). INA atau sovereign wealth fund (SWF) yang dibentuk Presiden Joko Widodo itu disebutkan saat ini tengah dalam proses untuk mencari ruas tol yang sedang diminati.

Setidaknya saat ini tol yang sedang disiapkan untuk dilepas adalah Cimanggis-Cibitung, Becakayu, Bocimi, Trans Jawa, dan Pasuruan-Probolinggo.

"Kami tetap fokus pada sisa ruas yang ada yang mana yang diminati investor," imbuhnya.

Langkah lainnya yang dilakukan perusahaan untuk memperbaiki kondisi keuangan perusahaan adalah merestrukturisasi utangnya senilai Rp 54 triliun yang berupa utang bank, dari total kewajiban yang harus dibayarkan mencapai Rp 89,74 triliun.

Dia menjelaskan, bahwa hingga September lalu perusahaan telah merestrukturisasi Rp 45,86 triliun utang bank dari 21 kreditor dengan target keseluruhan yang bisa diresktruturisasi senilai Rp Rp 49,66 triliun.

Utang tersebut terdiri dari Waskita Karya selaku induk sebesar Rp 29,24 triliun dan anak usaha sebesar Rp 20,42 triliun.

Saat ini sudah terdapat Master Restructuring Agreement (MRA) antara Waskita dan 14 bank untuk merelaksasi utang tersebut. Relaksasi yang diberikan berupa perpanjangan jatuh tempo hingga 31 Desember 2026 dan penurunan suku bunga dari 8,75%-9% menjadi 5,5%.

Pada 1 Oktober lalu, Waskita Karya lewat anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) pun melepas seluruh kepemilikannya di jalan tol Cibitung senilai Rp 2,44 triliun.

Penjualan saham ini dilakukan kepada PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) selaku pemegang saham 45% dari jalan tol tersebut.

WTR sendiri memiliki 55% saham di PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTPPT) yang mengelola tol Cibitung tersebut.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Utang 'Segunung', WSKT Restrukturisasi Utang Cucu Usaha Rp8 T


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading