Bos Waskita Curhat Dampak Evergrande, Harga Material Mahal!

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 October 2021 16:13
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Efek gagal bayar yang terjadi atas perusahaan properti China, Evergrande mulai berdampak pada Indonesia, terutama untuk perusahaan properti dan konstruksi.

Paling terasa adalah mulai naiknya harga barang material yang diimpor dari negara tersebut, dan bahan baku yang berasal dari Tiongkok.

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) Destiawan Soewardjono mengatakan beberapa barang material, seperti besi sudah mulai mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan.


"Belum terlalu terasa tapi menyebabkan beberapa harga material meningkat cukup signifikan. Misalnya besi, ini juga akan berdampak pada material yang lain khususnya selain impor dari China tapi juga yang bahan dasarnya dari sana," kata Destiawan dalam paparan publik virtual, Jumat (8/10/2021).

Dia mengharapkan bahwa permasalahan ini segera teratasi sehingga bisnis konstruksi, di dalam negeri khususnya kembali membaik.

Hanya saja, dia menilai dampak tersebut tak sepenuhnya negatif, efek Evergrande justru dinilai positif untuk pasar keuangan di dalam negeri, terutama pasar saham.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma menilai efek negatif dari Evergrande akan membawa dana investasi masuk ke dalam negeri.

Ini dinilai positif sebab bersamaan dengan rencana perusahaan untuk melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD/rights issue).

"Untuk rights issue dan agenda korporasi efeknya akan positif dari investor karena miliaran dana akan pull out dari sana jadi dana yang keluar dari sana akan jadi sumber dana rights issue kami tahun ini," terang dia di kesempatan yang sama.

Untuk diketahui, perusahaan akan melakukan aksi korporasi ini dengan menerbitkan 24,56 miliar saham Seri B dengan nilai nominal Rp 100 per saham melalui mekanisme penawaran umum terbatas.

Pemerintah akan menyerap rights issue ini dengan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,9 triliun di tahun ini. Sedangkan dari publik diharapkan bisa didapatkan dana senilai Rp 4 triliun.

Dengan demikian, aksi korporasi ini selambatnya akan dilakukan jelang akhir tahun in dengan target dana hampir mencapai Rp 12 triliun.

Dana dari penambahan modal ini akan digunakan untuk penyelesaian tujuh ruas tol yang diinvestasikan oleh perusahaan.

Tol yang dimaksud antara lain tol Becakayu, Cimanggis-Cibitung, Pejagan Pemalang, dan Kayu Agung-Palembang-Betung. Lalu ruas tol Ciawi-Sukabumi, Pasuruan-Probolinggo dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Deal! 7 Bank Restui Restrukturisasi Utang Waskita Rp 22 T


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading