Ditutup Terdepresiasi terhadap Dolar AS, Rupiah Tak Sendiri

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
08 October 2021 15:42
Ilustrasi Dollar Rupiah

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Mata Uang Garuda bernasib sama seperti mayoritas mata uang di Asia.

Pada Jumat (8/10/2021), kurs tengah BI atau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.225/dolar AS. Rupiah menguat 0,09% (13 poin) dibandingkan hari sebelumnya. Di pasar spot, US$ 1 dibanderol Rp 14.220 kala penutupan perdagangan. Rupiah melemah 5 poin atau setara 0,04% dari hari sebelumnya.

Berikut perkembangan kurs dolar AS terhadap mata uang utama Benua Kuning di perdagangan pasar spot pada pukul 15:00 WIB, di mana rupiah menduduki peringkat terburuk keenam dari sisi depresiasi terhadap dolar AS.


Penguatan dolar AS terjadi di tengah antisipasi pelaku pasar global terhadap rilis data tenaga kerja malam ini yang akan menentukan kapan tapering dimulai. Kebijakan tapering akan memicu penguatan dolar.

Menurut survei Reuters, jumlah slip gaji (di luar sektor pertanian) di AS diprediksi bertambah 500.000 pada September. Data ini bakal dirilis setelah kemarin klaim tunjangan pengangguran baru tercatat menurun.

Bulan lalu bos The Fed Jerome Powell telah mengindikasikan bahwa pemangku kebijakan di bank sentral terkuat dunia tersebut sepakat pengurangan pembelian aset bisa dimulai secepatnya pada November, selama angka tenaga kerja September "bagus."

Ketika stimulus dikurangi dan memicu kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, maka keuntungan obligasi pemerintah AS menjadi lebih menarik dengan keuntungan bulanan yang kompetitif terhadap negara lain tetapi risiko paling minim. Mata uang negara lain pun tertekan ketika investor beralih memburu obligasi AS.

Namun, rupiah tidak menjadi bulan-bulanan pada hari ini, karena keyakinan pelaku pasar terhadap prospek perekonomian nasional masih kuat setelah BI merilis data cadangan devisa yang per September tercatat US$ 146,9 miliar atau melesat US$ 2,1 miliar dari Agustus 2021 dan menjadi rekor tertinggi sepanjang masa.

Cadangan devisa yang semakin 'gemuk' akan membuat BI punya 'amunisi' yang cukup untuk operasi stabilitas nilai tukar rupiah. Investor pun yakin bahwa rupiah tidak akan mudah 'digoyang'. Stabilitas nilai tukar akan membuat nilai investasi aman, tidak tergerus oleh fluktuasi nilai tukar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading