Risiko Shutdown AS Berkurang, Dow Futures Melesat 300 Poin

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
07 October 2021 19:11
Trader Gregory Rowe, right, works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Dec. 11, 2019. Stocks are opening mixed on Wall Street following news reports that US President Donald Trump might delay a tariff hike on Chinese goods set to go into effect this weekend. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) melesat pada perdagangan Kamis (7/10/2021), di tengah hilangnya kekhawatiran seputar risiko resesi akibat tertembusnya batas utang negara.

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average terbang 303 poin (+0,9%) dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat masing-masing sebesar 0,97% dan 1,2%.

Saham teknologi berbalik menguat, seperti Twitter, Nvidia dan AMD yang lompat 1% lebih. Saham sikliklal seperti GM dan Southwest Airlines juga menguat.


Pimpinan Minoritas Senat Mitch McConnell menawarkan penundaan jangka pendek batasan utang pemerintah AS untuk menghindari gagal bayar (default) dan krisis ekonomi, yang menurut ekonom bisa memiliki efek buruk.

Merespons pemberitaan tersebut, Dow Jones berbalik menguat 100 poin lebih. S&P menguat 0,4%, setelah sempat anjlok hingga 1,27%. Nasdaq juga berakhir positif, dengan reli sebesar 0,5%, setelah sempat terkapar hingga 1,2%.

"Kesepakatan sementara seharusnya bisa membantu mengurangi persoalan batas utang terkait volatilitas pasar dalam beberapa pekan ke depan karena perhatian beralih pada bulan Desember," tutur Mark Haefele, Direktur Investasi UBS, seperti dikutip CNBC International.

Setelah pembalikan arah pada Rabu, indeks S&P 500 dan Dow Jones kini terhitung menguat sepanjang pekan. Namun, indeks Nasdaq masih terhitung melemah 0,4%. Menteri Keuangan Janet Yellen sebelumnya mengingatkan bahwa resesi bisa terjadi jika persoalan tersebut tak kunjung teratasi.

Pasar akan memantau klaim tunjangan pengangguran pekan lalu. Ekonom dalam polling Dow Jones memperkirakan akan ada 345.000 klaim, atau lebih baik dari catatan pekan sebelumnya sebanyak 362.000 klaim.

Oktober dikenal sebagai bulan penuh volatilitas di AS. Hal ini terjadi sepanjang pekan ini, meski Goldman Sachs melaporkan bahwa ekonomi semakin membaik. Pasar bakal mengantisipasi rilis kinerja keuangan kuartal III-2021 yang akan dimulai pada pekan depan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dibuka Variatif, Dow Jones Melesat Sendirian di Zona Hijau


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading