Asing Masuk Rp 2,2 T, Borong BBRI-BMRI & Lepas ASII-MDKA

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
07 October 2021 17:35
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Kamis (7/10/2021), karena investor kembali merealisasikan keuntungannya setelah sehari sebelumnya IHSG melonjak lebih dari 2%.

Indeks saham acuan nasional tersebut ditutup turun tipis 0,01% ke level 6.416,39. Pada perdagangan sesi I hari ini, IHSG bagaikan roller coaster di mana IHSG bergerak naik-turun cukup tajam. Namun pada sesi II hari ini, IHSG konsisten bergerak di zona merah.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini kembali turun menjadi Rp 17,9 triliun. Investor asing masih belum berhenti berbelanja saham dengan jumlah yang masih cukup besar, yakni mencapai Rp 2,2 triliun di pasar reguler. Sebanyak 220 saham menguat, 289 saham melemah dan 150 lainnya flat.


Pada hari ini, asing tercatat masih memborong setidaknya empat saham berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) hingga lebih dari Rp 150 miliar. Dari empat saham big cap tersebut, tiga diantaranya masih diduduki oleh saham perbankan.

Adapun empat saham big cap tersebut yakni saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang diborong mencapai Rp 489 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 410 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 377 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp 176 miliar.

Selain memborong besar empat saham big cap, asing juga masih memborong saham emiten gas negara, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang dikoleksi asing hingga mencapai Rp 246 miliar.

Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara itu dari penjualan bersih, asing tercatat melepas saham emiten 'raja otomotif', PT Astra International Tbk (ASII). Selain itu, asing juga kembali melepas saham emiten pertambangan emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dan saham emiten produsen Semen Gresik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Asing juga melepas saham perbankan big cap PT Bank Jago Tbk (ARTO), saham emiten media dan teknologi PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan saham emiten konsumer PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

IHSG sudah menguat 2,06% pada perdagangan Rabu (6/10/2021) kemarin. Penguatan yang signifikan dalam waktu singkat tersebut cenderung membuka ruang investor untuk aksi ambil untung (profit taking).

Saham-saham batu bara rontok mengikuti anjloknya harga batu bara global. Sebagai informasi, pada Rabu kemarin, harga batu bara acuan Newcastle ambrol nyaris 16% dalam sehari.

Di sisi lain, investor juga masih mencermati perkembangan krisis utang pengembang properti China. Setelah Evergrande, ada dua perusahaan properti China yang kini menjadi pantauan pelaku pasar.

Mereka adalah Fantasia Holdings dan Sinic Holdings. Khusus Fantasia sudah mengalami gagal bayar (default), sementara Sinic berpotensi default.

Buruknya kondisi likuiditas Sinic Holdings menyebabkan perusahaan pemeringkatan global, Fitch Ratings, dua hari lalu (4/10) kembali menurunkan peringkat utang (rating) menjadi 'C' dari sebelumnya 'CCC'.

Ini merupakan penurunan rating kedua dalam sebulan terakhir setelah sebelumnya pada 22 September Sinic Holdings yang semula memiliki peringkat 'B+' turun ke 'CCC'.

Senasib dengan Sinic, Fantasia juga berkali-kali rating-nya diturunkan oleh Fitch dalam sebulan terakhir, dimulai dari tanggal 16 September dari 'B+' menjadi 'B', kemudian pada 4 Oktober turun menjadi 'CCC-'.

Terakhir pada Selasa (5/6/2021) lalu, akhirnya Fantasia distempel 'RD' (Restricted Default) oleh Fitch setelah perusahaan gagal melunasi senior notesnya sebesar US$ 206 juta atau setara dengan Rp 2,94 triliun (kurs Rp 14.300/US$) yang jatuh tempo pada 4 Oktober 2021.

IHSG harus pasrah terkoreksi tipis saat Wall Street ditutup di zona hijau dan cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali menyentuh level all time high di US$ 146,9 miliar pada September 2021.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading