Saham-Saham Lippo Berguguran & 2 Kena ARB, Kenapa?

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
06 October 2021 13:46
Hypermart

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah saham emiten milik Grup Lippo ambles ke zona merah, dengan dua di antaranya menembus batas auto rejection bawah (ARB) 7% pada kelanjutan sesi II perdagangan hari ini, Rabu (6/10/2021).

Berikut pelemahan saham Grup Lippo, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 13.33 WIB.

  1. Multipolar (MLPL), saham -6,80%, ke Rp 480/unit


  2. Matahari Putra Prima (MPPA), -6,49%, ke Rp 865/unit

  3. Multipolar Technology (MLPT), -5,85%, ke Rp 3.220/unit

  4. Multifiling Mitra Indonesia (MFMI), -4,89%, ke Rp 875/unit

  5. Lenox Pasifik Investama (LPPS), -1,82%, ke Rp 108/unit

  6. Bank Nationalnobu (NOBU), -0,97%, ke Rp 1.025/unit

  7. Star Pacific (LPLI), -0,78%, ke Rp 256/unit

  8. Siloam International Hospitals (SILO), -0,56%, ke Rp 8.950/unit

  9. Matahari Department Store (LPPF), -0,37%, ke Rp 2.700/unit

  10. Link Net (LINK), -0,25%, ke Rp 3.990/unit

Menurut data di atas saham MLPL menjadi yang paling anjlok dengan menyentuh ARB 6,80% ke Rp 480/unit. Dengan ini, saham induk MPPA ini ambles 11,11% dalam sepekan dan turun 10,28% dalam sebulan.

Kemudian, saham MPPA juga anjlok sedalam 6,49% ke Rp 865/unit, melanjutkan tren pelemahan selama 3 hari beruntun. Dalam seminggu saham ini merosot 14,36% dan dalam sebulan melemah 10,82%.

Saham anak usaha MLPL lainnya, MLPT juga terjungkal 5,85%. Pelemahan ini membuat saham MLPT sudah turun selama 5 hari beruntun. Alhasil, dalam sepekan saham ini ambles 10,58%, sementara dalam sebulan terkoreksi 12,53%.

Amblesnya saham MLPL dan MPPA bersama saham Lippo lainnya tersebut terjadi di tengah kabar MLPL bersama dengan Grup GoTo, yang juga menjadi investor MPPA dengan porsi di bawah 5%, menyatakan kesediaannya untuk ikut serta mengambil saham baru yang akan diterbitkan MPPA.

Sebelumnya, manajemen MPPA, dalam keterbukaan informasi di BEI, Selasa kemarin (5/10), menyatakan perseroan akan menerbitkan saham baru yang dijadwalkan akan selesai pada kuartal 4-2021.

Hanya saja tidak disebutkan secara detail apakah lewat mekanisme penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue atau tanpa HMETD atau private placement.

"Peningkatan modal ini, dalam bentuk penerbitan saham baru, dijadwalkan selesai dalam kuartal 4 2021," tulis manajemen MPPA, dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa ini (5/10).

"Multipolar, investor terkemuka dengan posisi strategis di titik temu sektor digital dan konsumen, termasuk investasi di lebih dari 40 perusahaan teknologi berbagai tahap di Indonesia dan regional, dan Grup GoTo, grup teknologi terbesar di Indonesia, akan berpartisipasi dalam peningkatan modal ini," tulis manajemen MPPA lagi.

MPPA yang mengelola Hypermart ini punya jaringan lebih dari 200 gerai di 72 kota, platform logistik dan distribusi nasional, dan pangsa pasar 25% di kategori supermarket dan hipermarket menurut data riset NielsenIQ.

Manajemen MPPA menyatakan rencana peningkatan modal dengan tujuan untuk menaikkan pangsa pasar dan berinvestasi pada strategi omnichannel.

"Hypermart telah sukses menangkap peluang naiknya pola belanja e-grocery di masa pandemi, dengan penjualan online meningkat lebih dari empat kali dibanding tahun lalu, memposisikan Hypermart sebagai pemimpin ritel omnichannel di Indonesia," tulis MPPA.

Dalam pernyataan resmi itu, Elliot Dickson, CEO MPPA, menyatakan keberhasilan peningkatan modal Hypermart akan menyediakan dana bagi perseroan untuk bertumbuh, mengeksekusi strategi ritel omnichannelnya, dan memperkuat neraca keuangannya.

"Kami gembira bahwa Perseroan melakukan peningkatan modal dan bersiap untuk mengeksekusi rencana-rencana kami sambil terus berinovasi bagi konsumen Indonesia," katanya.

Per Juni 2021, saham perseroan dipegang Multipolar 38,32%, Anderson Investment Pte Ltd 18,32%, Connery Asia Limited 7,55%, dan investor publik 35,81%.

Seperti diketahui, Gojek menjadi salah satu pemegang saham MPPA setelah membeli sejumlah saham Multipolar, pengendali MPPA (di bawah 5%).

MLPL melepas kepemilikan saham MPPA kepada tiga investor, yakni Panbridge Investment Ltd. yang mengambil porsi 3,33% dan PT Pradipa Darpa Bangsa sebesar 4,76%.

Perusahaan ini, Pradipa, bergerak berdomisili di Jakarta Selatan dan bergerak di bidang jasa aktivitas profesional, ilmiah dan teknis. Pradipa Darpa Bangsa inilah yang dimiliki oleh Gojek sebesar 99,996% dan PT Dompet Aplikasi Karya Anak Bangsa alias GoPay sebesar 0,004%

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading