Masuki Bulan Penuh Volatilitas, Dow Futures Melemah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
04 October 2021 20:04
Markets Wall Street. (AP/Courtney Crow)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mengawali perdagangan pekan pertama di bulan Oktober, kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Senin (4/10/2021).

Kontrak futures indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 124 poin (-0,4%) dari nilai wajarnya. Kontrak serupa indeks S&P 500 dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,4% dan 0,5%.

Di antara saham penopangnya adalah saham Nvidia dan Zoom Video yang melemah tipis di sesi pra-pembukaan karena investor memantau kembali pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) tenor 10 tahun yang kembali naik ke level 1,49%.


Namun, saham Tesla melawan arus dengan melesat 2% setelah perseroan akhir pekan lalu menyatakan telah mengirimkan 241.300 unit mobil listrik untuk kuartal III-2021 atau jauh di atas estimasi analis.

Pada Jumat pekan lalu, mayoritas saham di AS menguat menyusul kabar kemajuan perawatan Covid-19 dengan obat produksi Merck, yang memicu keyakinan bahwa ekonomi bisa dibuka kembali secara aman.

Sepanjang September, indeks S&P 500 ambles 4,8%, memutus reli 7-bulan beruntun, sementara Dow Jones dan Nasdaq terkoreksi masing-masing sebesar 4,3% dan 5,3% menjadi bulan yang terburuk.

Kuartal IV biasanya menjadi periode penguatan terutama di tengah aksi permak kinerja investasi akhir tahun alias windows dressing. Menurut data CFRA indeks S&P 500 menguat rata-rata 3,9% di tiap kuartal terakhir dan mencetak empat reli tiap 5 tahun perdagangan.

"Kuartal IV-2021 sepertinya akan mencetak tingkat pengembalian yang lebih tinggi dari rat-rata. Namun, investor harus berpegangan penuh di tengah pergerakan yang biasanya meliar pada Oktober, dengan volatilitas 36% lebih tinggi dari rerata 11 bulan," tulis Kepala Perencana Investasi CFRA Sam Stovall, seperti dikutip CNBC International.

Prospek pengurangan stimulus moneter ke pasar dan kenaikan utang AS dan risiko gagal bayar raksasa properti China Evergrande menjadi pemberat. Pasar juga akan memantau rilis data tenaga kerja yang akan menjadi acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) dalam memutuskan program pembelian obligasi di pasar.

Ekonom dalam konsensus FactSet memperkirakan ada 475.000 pos pekerjaan baru yang dibuka pada September, atau jauh meningkat jika dibandingkan dengan angka Agustus sebesar 235.000

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Antisipasi Data Tenaga Kerja Bakal Oke, Dow Futures Menguat


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading