Kecemasan Evergrande Muncul Lagi, Bursa Eropa Dibuka Melemah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
24 September 2021 16:19
The German share price index, DAX board, is seen at the stock exchange in Frankfurt, Germany, March 19, 2018.    REUTERS/Staff/Remote

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Eropa melemah pada pembukaan perdagangan Jumat (24/9/2021), setelah investor bereaksi terhadap keputusan moneter bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) di tengah pantauan efek Evergrande terhadap kawasan Benua Biru.

Indeks Stoxx 600 dibuka drop nyaris 2% di sesi pembukaan dengan semua indeks saham sektoral melemah, kecuali indeks saham sektor layanan kesehatan. Tidak ada rilis kinerja keuangan emiten kakap hari ini, dan rilis data ekonomi pun terbatas pada Jerman yang akan mengeluarkan indeks iklim bisnis versi IFO.

Selang 1 jam kemudian, koreksi indeks Stoxx 600 menjadi 2,7 poin (-0,57%) ke 464,83. Indeks CAC Prancis anjlok 52,4 poin (-0,78%) ke 6.649,58, FTSE Inggris surut 11,2 poin (-0,16%) ke 7.067,12. Namun, DAX Jerman turun 78,6 poin (-0,5%) ke 15.565,39.


Di Asia, bursa saham bergerak variatif (mixed). Saham Evergrande Group di Hong Kong anjlok sekitar 7%. Wall Street Journal melaporkan bahwa pejabat China mengingatkan pemerintahan lokal untuk mengantisipasi dampak Evergrande. Masih belum ada kepastian seputar kemampuan perseroan pembayaran kewajibannya dalam dolar AS.

Kepada CNBC International, Presiden ECB Christine Lagarde menyatakan keyakinannya bahwa tekanan langsung yang dialami Eropa akibat kasus Evergrande akan "terbatas." Sementara itu, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mempertahankan suku bunga acuannya.

Namun demikian, proyeksi pertumbuhan ekonomi diturunkan setelah bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mengindikasikan bahwa tidak akan menarik stimulusnya ke pasar dalam waktu dekat. Poundsterling pun melemah terhadap dolar AS ke level US$ 1,371.

"Jika kemajuan terus terjadi seperti yang diharapkan, Komite menilai laju pembelian aset yang moderat mungkin bisa dijalankan," tutur The Fed usai rapat Rabu lalu. Bank sentral terkuat di dunia ini telah membeli aset obligasi dari pasar senilai US$ 120 miliar per bulan.

Saham AstraZeneca melesat di antara konstituen indeks Stoxx 600 menyusul kabar bahwa raksasa farmasi itu telah berinvestasi di perusahaan rintisan (start-up) yang menjalankan eksperimen vaksin Covid-19 yakni Imperial College London. Ke depan, keduanya akan mengembangkan dan menjual obat berbasis teknologi RNA.

Sementara itu, saham Adidas ambles 3%. Saham BP melemah 0,5% setelah raksasa migas tersebut menyatakan bahwa pihaknya akan menutup beberapa stasiun pengisian gas di Inggris karena gangguan pasokan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Eropa Dibuka di Zona Hijau Jelang Libur Imlek


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading