Analisis Teknikal

Banyak Sentimen Positif, Rupiah Siap Lewati Rp 14.200/US$

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
24 September 2021 08:15
Dollar AS - Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Meski dibayangi isu tapering, rupiah masih mampu bertahan dari tekanan dolar Amerika Serikat (AS) kemarin dan berakhir stagnan di Rp 14.240/US$. Melibat pergerakan tersebut, rupiah tentunya berpeluang menguat pada perdagangan Jumat (24/9), dengan modal membaiknya sentimen pelaku pasar.

Saat sentimen pelaku pasar membaik, maka aset-aset berisiko dengan imbal hasil tinggi menjadi buruan, dan rupiah akan diuntungkan. Membaiknya sentimen terlihat dari penguatan tajam bursa saham AS (Wall Street) pada perdagangan Kamis waktu setempat.

Sementara itu masalah tapering oleh bank sentral AS (The Fed), untuk saat ini masih sejalan dengan ekspektasi pasar. The Fed belum mengumumkan kapan waktu tapering kemarin, dan pasar sebelumnya berkespektasi pengumuman akan dilakukan di bulan November, dan eksekusinya di bulan Desember.


Artinya kebijakan The Fed masih sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar, dolar AS pun tak menguat gila-gilaan.

Secara teknikal, belum ada perubahan level-level yang harus diperhatikan mengingat rupiah mengakhiri perdagangan dengan stagnan. Sepanjang September rupiah yang disimbolkan USD/IDR bergerak sideways dengan batas atas di kisaran Rp 14.280/US$ dan batas bawah di Rp 14.185/US$.

Sideways artinya rupiah cenderung bergerak dalam rentang harga tersebut. Kemudian, Pola Hammer masih menjadi risiko utama rupiah.

idrGrafik: Rupiah (USD/IDR) Harian
Foto: Refinitiv

Pola Hammer tersebut masih menjadi mimpi buruk bagi rupiah, pada perdagangan Kamis (9/9) rupiah menutup perdagangan di atas pola tersebut. Artinya, pola Hammer terkonfirmasi sebagai pola pembalikan arah, rupiah patut waspada. Pola Hammer baru batal ketika rupiah melewati tail (ekor) di Rp 14.170/US$.

Meski demikian, rupiah yang disimbolkan USD/IDR masih berada di bawah rerata pergerakan 50 hari (moving average 50/MA 50), MA 100, dan MA 200 sepanjang pekan lalu. Artinya, rupiah bergerak di bawah 3 MA yang bisa memberikan tenaga menguat.

Selain itu, rupiah juga sudah menembus ke bawah bullish trend line (garis warna merah) yang menguntungkan dolar AS.

Support terdekat berada di kisaran Rp 14.200/US$, jika dilewati maka target selanjutnya Rp 14.170/US$.

Sementara resisten terdekat berada di kisaran Rp 14.230/US$ hingga Rp 14.250/US$. Jika ditembus, rupiah berisiko melemah ke Rp 14.280/US$ hingga Rp 14.290/US$ yang merupakan MA 200.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading