The Force of Profit Taking is Strong With Harga Minyak...

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
24 September 2021 07:46
Ilustrasi Pertamax Turbo (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia terkoreksi tipis pada perdagangan pagi ini. Aura ambil untung (profit taking) begitu kuat terasa di pasar minyak dunia.

Pada Jumat (24/9/2021) pukul 07:23 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 77.17/barel. Turun 0,1% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Sedangkan yang jenis light sweet harganya US$ 73,16/barel. Berkurang 0,19%.


Kemarin, harga si emas hitam melonjak tajam. Harga brent dan light sweet melesat masing-masing 1,39% dan 1,48%.

Kekhawatiran investor terhadap menipisnya pasokan jadi pendongrak harga minyak. Di Amerika Serikat (AS), US Energy Information Administration melaporkan stok minyak Negeri Adikuasa pada pekan yang berakhir 17 September 2021 turun 3,5 juta barel menjadi 414 juta barel. Ini adalah stok terendah sejak Oktober 2018.

Selain itu, sejumlah negara anggota OPEC mengaku kesulitan menggenjot produksi minyak. Nigeria, Angola, dan Kazakhstan dihadapkan kepada fasiltas produksi yang sudah uzur dan hambatan terkait pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19).

Hal lain yang ikut membawa dampak positif di pasar komoditas adalah perkembangan seputar ancaman gagal bayar utang alias default perusahaan properti terbesar kedua di China, Evergrande. Evergrande berhasil mengamankan pembayaran kupon obligasi senilai US$ 83,5 juta untuk surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) US$ 2 miliar.

Berbagai sentimen tersebut berhasil mengangkat harga minyak. Namun ternyata kenaikan itu tidak bertahan lama.

Hanya dalam hitungan jam, investor sudah tidak sabar untuk mencairkan cuan. Tekanan jual ini membuat harga minyak turun, meski terbatas saja.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading