Siapa Sih Ida dan Nicholas yang Bikin Harga Minyak Naik?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 September 2021 08:20
FILE PHOTO: A maze of crude oil pipes and valves is pictured during a tour by the Department of Energy at the Strategic Petroleum Reserve in Freeport, Texas, U.S. June 9, 2016.  REUTERS/Richard Carson/File Photo Foto: Ilustrasi: Labirin pipa dan katup minyak mentah di Strategic Petroleum Reserve di Freeport, Texas, AS 9 Juni 2016. REUTERS / Richard Carson / File Foto

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak naik pada perdagangan pagi hari ini. Seretnya pasokan dari Amerik Aerikat (AS) membuat harga minyak menanjak.

Pada Selasa (14/9/2021) pukul 07:11 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 73,63/barel.Naik 0,16% dibandingkan sehari sebelumnya.

Sementara yang jenis light sweet harganya US$ 70,61/barel. Bertambah 0,23%.


crudeSumber: Refinitiv

Usai dihantam Badai Ida, AS belu sepenuhnya pulih. Fasilitas produksi minyak di sekitar wilayah Teluk Meksiko masih banyak yang belum bisa beroperasi.

Hingga saat ini, pasokan yang berhasil dipulihkan adalah sepertiga dari total produksi minyak di Teluk Meksiko. Sementara tiga perempatnya masih absen, dengan jumlah sekitar 1,4 juta barel/hari. Ini sama dengan produksi minyak Nigeria yang merupakan anggota OPEC.

"Dampak Badai Ida ternyata lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Minggu ini berbagai fasilitas produksi minyak masih tutup . Harga pun merangkak naik karena produksi yang belum kembali," kata Nishant Bhushan, Oil Markets Analyst di Rystad Energy, sebagaimana diwartakan Reuters.

Badai belum berlalu, dalam arti harfiah. Setelah Ida pergi, giliran Badai Nicholas yang sepertinya mau datang. US National Hurricane Center memperkirakan badai ini berada di jalur Texas Selatan dan bisa mencapai daerah Corpus Cristi malam ini waktu setempat.

Corpus Cristi adalah wilayah penting bagi perdagangan minyak AS. Pelabuhan di kota ini adalah jalur ekspor minyak utama Negeri Paman Sam.

Pada 2020, Pelabuhan Corpus Cristi mengirim minyak rata-rata 1,63 juta barel/hari ke berbagai negara. Jumlah ini lebih dari separuh ekspor minyak AS.

Jadi kalau Badai Nicholas mengamuk dan menyebabkan gangguan di Pelabuhan Corpus Cristi, maka pasokan minyak dari iAS ke pasar dunia akan terganggu. Sudah produksi terganggu, distribusi terganggu, harga minyak bisa semakin naik.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading