Harga Bitcoin cs Rebound Gaes, Ripple-Polkadot Meroket

Market - chd, CNBC Indonesia
23 September 2021 09:48
Ilustrasi mata uang Ripple. (Dok: Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar berhasil rebound dan melesat pada perdagangan Kamis (23/9/2021) pagi waktu Indonesia, setelah selama tiga hari beruntun mengalami pelemahan akibat kekhawatiran investor terkait krisis likuiditas Evergrande.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:05 WIB, kedelapan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin berhasil rebound dan terpantau melesat pada pagi hari ini.

Bitcoin menguat 3,41% ke level harga US$ 43.625,01/koin atau setara dengan Rp 620.783.892/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.230/US$), ethereum melesat 7,09% ke level US$ 3.068,47/koin atau Rp 43.664.328/koin, cardano melonjak 9,29% ke US$ 2,24/koin (Rp 31.875/koin), binance coin bertambah 6,3% ke US$ 376,8/koin (Rp 5.361.864/koin).


Selanjutnya ripple terbang 10,54% ke US$ 0,9977/koin atau Rp 14.197/koin, solana menanjak 12,94% ke US$ 147,26/koin (Rp 2.095.510/koin), polkadot meroket 13,38% ke US$ 31,39/koin (Rp 446.680/koin), dan dogecoin terapresiasi 7,97% ke US$ 0,2235/koin (Rp 3.180/koin).

Kripto

Bitcoin dan kripto lainnya kembali rebound ke zona hijau setelah selama tiga hari terakhir mengalami pelemahan akibat aksi jual investor merespons sentimen negatif yang hadir di pasar global.

Bitcoin mulai menguat ke level psikologis US$ 43.000 pada pagi hari ini, namun para trader memperkirakan volatilitas masih akan tetap tinggi menjelang jatuh tempo opsi bitcoin pada Jumat (24/9/2021) besok.

Krisis likuiditas Evergrande yang sebelumnya sempat membuat pasar saham dan kripto berjatuhan, pada hari ini mulai berkurang karena didorong oleh keputusan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS).

Dini hari tadi, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya di level 0-0,25%.

The Fed juga mengisyaratkan bahwa program pengurangan obligasi bulanan (tapering) dapat mulai sekitar bulan November mendatang. Pejabat The Fed juga berharap dapat menaikkan suku bunga acuannya pada akhir tahun depan.

Di tengah mulai optimisnya kembali pasar pada hari ini, beberapa analis masih ada yang khawatir bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat dapat menjadi hambatan bagi aset yang dianggap berisiko seperti ekuitas dan mata uang kripto.

"Dengan begitu sedikit ruang untuk akomodasi bank sentral tambahan, mengingat lingkungan suku bunga yang sudah tertekan, prospek untuk pergerakan berkelanjutan ke sisi atas pada stimulus, seharusnya tidak lagi menarik bagi investor," kata Joel Kruger, ahli strategi mata uang di LMAX Group, dikutip dari CoinDesk.

Di lain sisi, Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan bahwa laporan risetnya tentang mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC), stablecoin, dan kripto terkait akan dirilis dalam waktu dekat.

Laporan itu awalnya dijadwalkan untuk keluar pada awal musim panas. Powell kemudian merevisi menjadi sekitar bulan September.

Selama konferensi pers dini hari tadi tentang keputusan suku bunga acuan, Powell tidak mengatakan apakah laporan itu masih akan dirilis pada bulan ini.

"Kami pikir sangat penting bagi bank sentral untuk menjaga mata uang dan sistem pembayaran yang stabil untuk kepentingan publik. Itu salah satu pekerjaan kami," kata Powell, dilansir dari CoinDesk.

Sementara itu, perusahaan pertukaran kripto Robinhood telah memulai fitur yang memberi trader lebih banyak kontrol atas koin digital dalam ekspansi terbarunya di ruang cryptocurrency.

Broker publik yang baru sedang menguji "dompet kripto" dengan klien terpilih pada bulan depan,. Dompet tersebut akan memungkinkan investor untuk trading, mengirim dan menerima mata uang digital, serta memindahkannya masuk dan keluar dari aplikasi Robinhood.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading