Roundup

Waskita Tunda Divestasi Tol, Kejagung Cecar 6 Bos Sekuritas

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
21 September 2021 09:30
Ketua BPK Agung Firman Sampurna dan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejagung, Senin 31 Mei 2021 (foto: Monica Wareza)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sentimen negatif dari skandal utang raksasa properti, Evergrande di China menekan bursa saham di Asia. Hal ini juga yang mendorong bursa saham domestik berakhir di zona merah.

Senin kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,93% ke level 6.076,31 poin dengan nilai transaksi Rp 11,97 triliun. Pelaku pasar asing melakukan penjualan bersih senilai Rp 242,90 miliar.

Selasa ini (21/9), perhatian pelaku pasar akan tertuju pada arah kebijakan Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang akan diselenggarakan hari ini.


Sebelum memulai transaksi pada perdagangan Selasa ini, cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:

1.Divestasi 2 Ruas Tol Waskita Molor karena Covid Varian Delta

Proses divestasi tol milik PT Waskita Karya Tbk (WSKT) molor dari target lantaran calon investor terhambat untuk datang mengunjungi langsung tol yang akan dibeli tersebut. Namun demikian, perusahaan optimistis tahun ini bisa dikebut pelepasan dua aset tol.

Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan pelepasan tol-tol ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk melakukan perbaikan struktur keuangan.

"Program divestasi juga berjalan meski tahun ini agar berat karena pandemi kemarin varian delta yang ada menyebabkan para investor batal melakukan visit," kata Destiawan dalam konferensi pers, Senin (20/9/2021).

2.Kejagung Cecar 6 Bos Sekuritas Terkait Kasus Asabri

Pemeriksaan para saksi di kasus korupsi PT Asabri (Persero) terus bergulir. Senin ini, Kejaksaan Agung memanggil sebanyak 11 orang saksi dari berbagai kalangan untuk mendalami keterangan mengenai perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana Investasi oleh Asabri pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 sampai 2019.

Pemeriksaan ini dilakukan oleh Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejaksaan Agung.

Sebelas orang yang diperiksa ini, 6 di antaranya bekerja di perusahaan sekuritas. Lainnya di perusahaan manajemen investasi hingga karyawan swasta.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Asabri (Persero)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Eezer, dalam keterangan resmi, Senin (20/9/2021).

3.Emiten Erick Thohir Masih Cetak Rugi, Saat Saham Naik 490%

Emiten pengelola radio Grup Mahaka milik Erick Thohir PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) kembali membukukan rugi bersih senilai Rp 5,57 miliar pada semester I 2021.

Menurut laporan keuangan di website Bursa Efek Indonesia (BEI), angka rugi bersih tersebut mengecil dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 13,09 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di tengah rugi bersih tersebut, pendapatan bersih MARI turun 12,75% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 32,21 miliar, lebih rendah ketimbang pendapatan usaha pada paruh pertama 2020 sebesar Rp 36,92 miliar.

4.Dapat Suntikan dari Anthoni Salim, Begini Rencana Bank Ina

Emiten bank yang terafilasi dengan Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) menargetkan akan memperoleh dana sebesar Rp 1,24 triliun dalam gelaran rights issue tahun ini.

Direktur Utama Bank Ina Perdana, Daniel Budirahayu mengungkapkan, proses penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) tersebut masih berlangsung. Pihaknya memperkirakan, tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan diperoleh pada akhir Oktober ini.

"Awal November kami raising fund Rp 1,24 triliun. Pemegang saham pengendali sudah punya komitmen mengeksekusi, untuk itu kami rasa tidak ada kendala," katanya dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Senin (20/9/2021).

NEXT: Simak Aksi Emiten Lainnya

Ada Aturan Baru IPO Unicorn & Bandara Kediri GGRM
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading