Divestasi 2 Ruas Tol Waskita Molor karena Covid Varian Delta

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 September 2021 18:06
PT Waskita Toll Road (WTR). (Dok. Waskita Toll Road)

Jakarta, CNBC Indonesia - Proses divestasi tol milik PT Waskita Karya Tbk (WSKT) molor dari target lantaran calon investor terhambat untuk datang mengunjungi langsung tol yang akan dibeli tersebut. Namun demikian, perusahaan optimistis tahun ini bisa dikebut pelepasan dua aset tol.

Direktur Utama Waskita Destiawan Soewardjono mengatakan pelepasan tol-tol ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk melakukan perbaikan struktur keuangan.

"Program divestasi juga berjalan meski tahun ini agar berat karena pandemi kemarin varian delta yang ada menyebabkan para investor batal melakukan visit," kata Destiawan dalam konferensi pers, Senin (20/9/2021).


Meski begitu, perusahaan tetap melanjutkan divestasi dua ruas tol yang saat ini tengah berlangsung. Salah satunya ditargetkan dapat rampung pada Oktober bulan depan, yakni untuk tuas tol Cibitung-Tanjung Priok.

Selanjutnya adalah ruas tol Cimanggis-Cibitung yang saat ini dalam proses due diligence dan ditargetkan selesai sebelum tutup tahun ini.

"Mereka ingin liat cek fisik untuk kemudian investasi jadi ini penundaan, bukan batal. Jadi kami sudah melakukan divestasi ruas tol yang ada ada lima ruas ini yang sudah bantu Waskita dan harapannya tahun depan pandemi selesai sehingga Waskita bisa selesai," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, upaya divestasi ini adalah untuk mengurangi beban bunga perusahaan yang besar lantaran nilai utang perusahaan yang tinggi nilainya. Bahkan secara konsolidasi, nilai utang tersebut mencapai Rp 90 triliun, dengan beban utang di anak usaha jalan tol melalui PT Waskita Toll Road (WTR) senilai Rp 20,51 triliun.

Sedangkan utang di induk usaha saja mencapai Rp 29,2 triliun, lalu PT Waskita Realty (WKR) memiliki beban utang Rp 430 miliar dan PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI) senilai Rp 160 miliar.

Proses restrukturisasi di perusahaan saat ini tengah berjalan. Induk usaha disebutkan telah menyelesaikan restrukturisasinya Rp 29,2 triliun dengan mendapatkan persetujuan dari 21 bank, nasional dan asing. Proses restrukturisasi lainnya yang juga telah selesai adalah WKR dan WKI.

Sedangkan restrukturisasi di WTR saat ini baru mencapai 85% dari total outstanding pinjaman.

"Nah dengan selesainya kami lanjutkan dengan melakukan proses dengan masing-masing bank yang kami harapkan Oktober ini bisa mendapatkan fasilitas baru. Dengan adanya fasilitas baru maka aktivitas Waskita bisa ditingkatkan. Kami kejar memenuhi target di 2021," jelas dia.

Dengan dilakukannya penyehatan struktur keuangan ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan CAGR (Compound Annual Growth Rate) hingga 25% pada tiga hingga lima tahun ke depan.

Anak Usaha Batal IPO

Sebenarnya tahun ini perusahaan sudah merencanakan untuk melepas dua anak usahanya untuk melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Keduanya yakni PT Waskita Realty dan PT Waskita Karya Industri.

Namun, lantara Covid-19 yang masih berlangsung membuat rencana ini terpaksa ditunda karena perusahaan masih perlu mematangkan business plan keduanya pasca Covid.

"Yang kami harapkan nanti, di 2023 lah. Supaya tahun depan bisa dilihat performa dari dua anak usaha tersebut. Sehingga tahun berikutnya, kami bisa melanjutkan untuk program IPO," ungkap dia.

Untuk diketahui, Waskita Realty merupakan perusahaan yang didirikan pada 2014 lalu, perusahaan ini spin-off bisnis penyediaan layanan properti di yang sebelumnya merupakan bagian dari Waskita Karya.

Saat ini perusahaan memiliki portofolio seperti hunian vertikal, hotel, retail, dan office.

Selanjutnya Waskita Karya Infrastruktur memfokuskan bisnis di bidang infrastruktur dan energi. Perusahaan ini berinvestasi dan mengoperasikan infrastruktur dan fasilitas di sektor-sektor utama seperti pembangkit listrik, minyak dan gas, pertambangan, properti, transportasi, dan sektor utilitas.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading