Tok! 21 Bank Restui Restrukturisasi Utang Waskita Rp 29 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
20 September 2021 08:40
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Restrukturisasi kredit PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah memasuki babak baru, sebanyak 21 bank telah sepakat untuk merestrukturisasi utang perusahaan.

Upaya restrukturisasi ini dengan memberikan keringanan berupa perpanjangan tenor hingga lima tahun ke depan dengan tingkat bunga yang kompetitif.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan total outstanding utang yang sepakat untuk direstrukturisasi mencapai Rp 29,2 triliun atau telah mencapai 100%. Restrukturisasi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang tertuang dalam 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita.


"Perseroan sangat mengapresiasi penuh dukungan dari para perbankan yang telah memahami bahwa proses restrukturisasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan dan ke depannya juga akan meningkatkan kepercayaan dan optimisme seluruh pihak kepada perseroan," kata Destiawan, Senin (20/9/2021), dalam keterangan resmi.

Kesepakatan ini melengkapi proses penandatanganan perjanjian restrukturisasi perseroan induk yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2021.

Saat itu perusahaan telah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) dari tujuh perbankan.

Kemudian pada 15 September 2021 dilanjutkan dengan kesepakatan dengan 14 bank melalui penandatanganan perjanjian aksesi restrukturisasi perusahaan induk.

"Saat ini 21 bank-bank tersebut mendukung penuh proses restrukturisasi utang Perseroan Induk dengan memberikan perpanjangan masa kredit hingga 5 tahun ke depan dan tingkat suku bunga yang lebih kompetitif," jelas dia.

Ke-21 bank tersebut antara lain:

  1. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
  3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI)
  4. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)
  5. PT Bank BTPN Tbk (BTPN)
  6. PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
  7. PT Bank DKI
  8. PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN)
  9. PT Bank Pertama Tbk (BNLI)
  10. Bank KEB Hana
  11. Bank Shinhan
  12. PT Bank CTBC Indonesia
  13. Maybank
  14. BNP Paribas
  15. PT Bank SBI Indonesia
  16. PT Bank Resona Perdania
  17. Bank UOB
  18. Bank of China
  19. Bank QNB
  20. Bank OCBC NISP
  21. Bank CCB Indonesia

Untuk diketahui, delapan Stream Penyehatan Keuangan Waskita terdiri dari proses restrukturisasi perseroan induk dan anak usaha, penjaminan pemerintah, Penyertaan Modal Negara (PMN) dan rights issue (penerbitan saham baru), divestasi aset jalan tol, penyelesaian konstruksi, transformasi bisnis, serta implementasi GCG (tata kelola) dan manajemen risiko.

Perusahaan juga telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah untuk dapat melakukan percepatan pelaksanaan strategi-strategi penyehatan keuangan.

Dampak positif dari implementasi delapan Stream Penyehatan Keuangan Waskita telah tercermin pada kinerja semester pertama tahun ini dengan mencatatkan laba bersih usaha sebesar Rp 33,4 miliar atau meningkat sebesar 102,5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Dengan implementasi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita, Perseroan dapat terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Nasional, terutama dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia," jelas Destiawan.

Adapun perusahaan telah menargetkan pertumbuhan kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan CAGR (Compound Annual Growth Rate) hingga 25% pada 3 hingga 5 tahun ke depan.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading