Potensi Gagal Bayar Evergrande Rp 4.000 T, Hang Seng Jatuh!

Market - Putra, CNBC Indonesia
20 September 2021 13:55
FILE PHOTO: People gather to demand repayment of loans and financial products at the lobby of Evergrande's Shenzhen headquarter, Guangdong province, China September 13, 2021. REUTERS/David Kirton/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks harga saham acuan bursa Hong Kong (Hang Seng Index) anjlok parah pada perdagangan hari ini, Senin (20/9/2021), karena diterpa sentiment negatif soal Evergrande, raksasa properti China yang terancam bangkrut.

Pada 11.00 WIB, indeks Hang Seng ambles lebih dari 1.000 poin atau setara dengan pelemahan sebesar 4,3%. Kekhawatiran tentang kesehatan pasar properti di China membuat terjadi panic selling berbagai saham di bursa utama Asia tersebut, mulai dari properti, bank hingga asuransi.

Indeks Properti Hang Seng terjun 5,9% sementara harga saham Ping An Insurance sebagai asuransi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya merosot 7,3% di Hong Kong.


Data perdagangan pukul 12.53 waktu Indonesia, Hang Seng melorot 3,21% di level 22.122 dengan koreksi sebulan terakhir 3,9%.

Belum lama ini Bloomberg memberitakan, seperti dikutip dari Reuters, otoritas perumahan China telah memberitahukan kepada bank-bank bahwa Evergrande tidak akan mampu membayar bunga pinjaman yang jatuh tempo pada 20 September 2021 karena kesulitan likuiditas.

Harga saham Evergrande anjlok 13% pada perdagangan perdana pekan ini.

Evergrande masih berupaya untuk menempuh jalur perpanjangan tenor pembayaran di sejumlah bank.

Perusahaan ini disebut memiliki kewajiban mencapai US$ 305 miliar atau setara dengan Rp 4.361 triliun (kurs Rp 14.300/US$). Jika tidak ada solusi, maka bisa menjadi risiko sistemik di sektor keuangan China.

Lembaga pemeringkat S&P menurunkan peringkat utang Evergrande dari CC menjadi CCC denganoutlooknegtif. Fitch, lembaga pemeringkat lainnya, juga menurunkanratingEvergrande dari CC menjadi CCC+.

Menurut Fitch, utang Evergrande kepada perbankan dan lembaga keuangan lainnya adalah CNY 572 miliar. Selain itu, bank juga memberi pinjaman kepada parasupplierEvergrande senilai CNY 667 miliar.

Bank dengan eksposur tinggi terhadap Evergrande akan rentan terserang kredit bermasalah(Non-Performing Loan/NPL). Inilah yang bakal menimbulkan risiko sistemik.

Ini menunjukkan bahwa Evergrande adalah perusahaan yang terlalu besar untuk bangkrut.Too big to fail. Kejatuhan Evergrande akan menyeret banyak pihak, risikonya terlalu besar.

Kekhawatiran investor tentang utang Evergrande Group yang menggunung dan risiko gagal bayar dengan cepat menyebar karena pembuat kebijakan China masih tetap diam tentang apakah pemerintah akan turun tangan untuk mencegah dampak sistemtik yang ditimbulkan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Geger Utang Evergrande Rp 4.000 T, Emiten Properti RI Sehat?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading