Oleh-oleh Menlu & Wamen dari AS, Pertamina Gandeng ExxonMobil

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
18 September 2021 14:25
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (Ist Kementrian Luar Negeri)

Jakarta, CNBC Indonesia - Holding BUMN Migas, PT Pertamina (Persero) menandatangani kerja sama bilateral dengan produsen minyak raksasa asal AS, ExxonMobil, salah satunya berkaitan dengan teknologi hijau.

ExxonMobil yang bermarkas di Texas, AS ialah perusahaan penghasil dan pengecer minyak yang dibentuk pada 30 November 1999 dan tercatat di Bursa New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham SOM.

Sebelumnya Lewat ExxonMobil Cepu Limited, mereka sudah meneken Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu pada 17 September 2005, yang mencakup wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pertemuan dengan ExxonMobil di lakukan di Los Angeles (LA) dan Houston dalam kunjungannya bersama Wakil Menteri (Wamen) I BUMN Pahala Nugraha Mansury dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono.

Pertemuan dengan ExxonMobil tersebut salah satu bentuk kerja sama antara Kementerian Luar Negeri dengan Kementerian BUMN untuk mendukung BUMN Go-Global.

"Yang intinya mendukung kerjasama BUMN dengan dunia luar, termasuk investasi keluar yang sifatnya strategis Kerjasama ini memiliki arti penting terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan energi dalam negeri dan mendukung pembangunan ketahanan energi nasional," jelas Retno dalam siaran resminya, Sabtu (18/9/2021).

Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (Ist Kementrian Luar Negeri)Foto: Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (Ist Kementrian Luar Negeri)
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi (Ist Kementrian Luar Negeri)

Kerja sama Exxon Mobil dan Pertamina, kata Retno ini diharapkan dapat mendorong hilirisasi dan pemanfaatan teknologi pemrosesan bagi Pertamina untuk meningkatkan produksi, kilang atau refinery, dan petrokimia serta memperluas akses pasar produk turunan migas yang bernilai tambah.

Peluang kerja sama penurunan emisi dan transisi energi Indonesia melalui teknologi hijau, seperti carbon capture dan upaya dekarbonisasi lainnya, juga dibahas dalam pertemuan tersebut.

"Tentunya pembahasan ini akan kita lanjutkan saat menghadiri pertemuan COP 26 di Glasgow November mendatang. Tentunya kita berharap MOU antara Pertamina dan ExxonMobil ini dapat segera diimplementasikan," ujar Retno.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury menjelaskan, kerja sama antara Pertamina dan Exxon Mobil ini merupakan kerja sama lanjutan setelah sebelumnya telah menjalin kerja sama dalam pengembangan upstream.

Dalam kerja sama kali ini, kata Pahala terdiri dari kerjasama hilirisasi dan pemanfaatan teknologi termasuk pengembangan infrastruktur untuk memastikan energi di Indonesia bisa memiliki akses infrastruktur hilirisasi yang lebih baik.

"Kita memiliki kerjasama yang strategis dengan ExxonMobil khususnya dalam pengembangan di upstream. Dan penandatanganan di downstream atau hilirisasi energi ini akan melengkapi kerjasama Pertamina dan Exxon Mobil sebagai perusahaan energi terbesar di dunia saat ini," jelas Pahala.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading