IHSG Happy Ending! Asing Borong TLKM-AGRO & Lepas UNTR-PGAS

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
17 September 2021 18:15
Dok: Telkom

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menghijau pada perdagangan Jumat (17/9/2021) akhir pekan ini, setelah sempat bergerak ke zona merah.

Indeks saham acuan nasional tersebut ditutup menguat 0,38% ke level 6.133,25. Sebelumnya IHSG sempat terkoreksi hingga lebih dari 0,2%. IHSG berhasil terangkat dari zona koreksi satu jam jelang penutupan perdagangan hari ini.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi hari ini meningkat menjadi Rp 16,3 triliun. Investor asing kembali mencatatkan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 585 miliar di pasar reguler. Sebanyak 216 saham naik, 295 saham turun dan 147 lainnya stagnan.


Asing tercatat mengoleksi tiga saham big cap pada hari ini, yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).

Selain mengoleksi tiga saham big cap, asing hingga hari ini masih mengoleksi saham startup e-commerce PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Asing juga mengoleksi saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yakni PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) dan saham leasing PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN).

Berikut saham-saham yang dikoleksi oleh investor asing pada hari ini.

Net Buy Asing

Sementara itu dari penjualan bersih, asing hingga hari ini tercatat masih melepas saham konsumer big cap PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Sehingga saham UNVR sudah dilepas oleh asing dalam dua pekan lebih.

Selain itu, asing kembali melepas saham produsen alat berat pertambangan PT United Tractors Tbk (UNTR), saham gas negara PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGSA), saham pertambangan batu bara PT Adaro Energy Tbk (ADRO), saham bank big cap PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham produsen Semen Gresik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Adapun saham-saham yang dilepas oleh investor asing pada hari ini adalah:

Net Sell Asing

IHSG juga terdorong oleh penguatan bursa Asia yang akhirnya terjadi pada hari ini, setelah setidaknya selama dua hari beruntun mengalami pelemahan.

Pada pukul 16:23 WIB, indeks Nikkei Jepang menguat 0,58%, Hang Seng Hong Kong melesat 1,03%, Shanghai Composite China tumbuh 0,19%, Straits Times Singapura naik tipis 0,02%, dan KOSPI Korea Selatan terapresiasi 0,33%.

Bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street semalam ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing terkoreksi lebih dari 0,15% sementara itu Nasdaq Composite menguat 0,13%.

Sentimen yang mewarnai perdagangan hari ini salah satunya adalah kenaikan indeks dolar AS.

Pertumbuhan penjualan ritel yang mengejutkan memberi gambaran bahwa konsumsi di Negeri Adidaya tetap kuat. Artinya, tekanan inflasi itu nyata dan stabil.

Tekanan inflasi, yang menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat setelah dihantam pandemi virus corona Covid-19), membuat pasar kembali meyakini bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) bisa segera melakukan pengetatan kebijakan atau tapering.

Ini diawali dengan mengurangi pembelian surat berharga (quantitative easing/QE) yang sekarang bernilai US$ 120 miliar setiap bulannya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading