Resmi Merger dengan Tri, Saham ISAT Malah Melempem

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
17 September 2021 13:20
Indosat Ooredoo  (Indosat Ooredoo )

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten telekomunikasi Grup Ooredoo PT Indosat Tbk (ISAT) ambles hingga masuk daftar 3 besar saham top losers pada penutupan sesi I perdagangan Jumat (17/9/2021). Sebenarnya, saham ISAT sempat melesat 7,72% sesaat bel pembukaan berbunyi, sebelum akhirnya ditutup di zona merah siang ini.

Pergerakan saham ISAT sendiri merespons kabar resmi penggabungan bisnis (merger) ISAT dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ISAT anjlok 4,56% ke Rp 6.800/saham dengan nilai transaksi Rp 78,07 miliar dan volume perdagangan 10,91 juta saham. Di tengah pelemahan saham ISAT, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp 13,93 miliar di pasar reguler.


Dengan ini, reli kenaikan saham ISAT selama 4 hari beruntun otomatis terhenti. Kendati merosot, dalam sepekan saham ISAT masih naik 1,87%, sementara dalam sebulan menguat 4,21%, sedangkan secara year to date (ytd) melonjak 34,65%.

Adapun nilai kapitalisasi pasar saham ISAT sebesar Rp 36,95 triliun hingga siang ini.

Sebelumnya, Ooredoo QPSC (Ooredoo) dan dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) resmi mengumumkan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif untuk pengajuan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing di Indonesia, yaitu Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Perusahaan gabungan akan kemudian diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Sementara itu, perusahaan gabungan ini akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan kode saham ISAT, di mana pemerintah Indonesia memiliki sisa saham ISAT lainnya yakni 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya 14,0% saham.

"Transaksi telekomunikasi besar di Asia dengan nilai total hingga US$ 6 miliar. Transaksi ini gabungkan kedua perusahaan menjadi operator nomor dua yang lebih kuat di Indonesia dengan pendapatan tahunan hingga US$ 3 miliar," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia, dalam keterangan resmi bersama, Kamis malam (16/9/2021).

"Penggabungan bisnis akan memberikan keuntungan bagi seluruh pemegang saham dan pelanggan, serta mempercepat transformasi digital Indonesia," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia.

Adapun JPMorgan bertindak selaku penasihat keuangan eksklusif untuk Ooredoo Group. Goldman Sachs & Co. dan HSBC bertindak selaku penasihat keuangan gabungan untuk CK Hutchison. Barclays bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Indosat Ooredoo.

Lalu bagaimana mekanisme pemegang sahamnya?

Manajemen kedua perusahaan menyatakan, Ooredoo Group saat ini memiliki 65% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo lewat Ooredoo Asia, sebuah perusahaan induk yang dimiliki sepenuhnya.

Penggabungan Indosat dan H3I akan menyebabkan CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada saat yang sama, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Bersamaan dengan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7% kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$ 387 juga.

Menyusul transaksi di atas, Para Pihak akan masing-masing memiliki 50% dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru yaitu Ooredoo Hutchison Asia dan memiliki 65,6% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison.

"Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading