Goks! Alot 3 Kali, Nilai Merger Indosat-Tri Tembus Rp 86 T

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
17 September 2021 10:20
tri.co.id

Jakarta, CNBC Indonesia - Manajemen Ooredoo QPSC (Ooredoo) dan dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) menyatakan penggabungan bisnis telekomunikasi masing-masing perusahaan mereka di Indonesia, yaitu PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia bernilai US$ 6 miliar atau setara dengan Rp 86 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

Kedua pihak sudah resmi mengumumkan penandatanganan dari kesepakatan transaksi definitif tersebut pada Kamis kemarin (16/9), setelah tiga kali diperpanjang karena alot soal harga.

Semula, ISAT-Tri menargetkan deal ini rampung pada 30 April 2021, lalu ditunda menjadi 30 Juni 2021, kemudian diperpanjang lagi hingga 16 Agustus lalu dan diundur lagi dengan tenggat 23 September mendatang yang akhirnya deal pada 16 September lalu.


Perusahaan gabungan akan kemudian diberi nama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison.

"Transaksi telekomunikasi besar di Asia dengan nilai total hingga US$ 6 miliar. Transaksi ini gabungkan kedua perusahaan menjadi operator nomor dua yang lebih kuat di Indonesia dengan pendapatan tahunan hingga US$ 3 miliar," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia, dalam keterangan resmi bersama, Kamis malam (16/9/2021).

"Penggabungan bisnis akan memberikan keuntungan bagi seluruh pemegang saham dan pelanggan, serta mempercepat transformasi digital Indonesia," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia.

Adapun JPMorgan bertindak selaku penasihat keuangan eksklusif untuk Ooredoo Group. Goldman Sachs & Co. dan HSBC bertindak selaku penasihat keuangan gabungan untuk CK Hutchison. Barclays bertindak sebagai penasihat keuangan untuk Indosat Ooredoo.

Sebagai informasi, Hutchison induk Tri Indonesia adalah perusahaan terbuka yang terdaftar pada The Stock Exchange of Hong Kong Limited, atau Bursa Hong Kong, dan merupakan konglomerasi multinasional.

Dengan operasi di 50 negara dan lebih dari 300.000 karyawan, CK Hutchison memiliki empat bisnis utama -- pelabuhan dan layanan terkait, ritel, infrastruktur, dan telekomunikasi.

CK Hutchison melaporkan turnover (perputaran keseluruhan, alias pendapatan) tahunan hingga HKD 404 miliar (US$ 52 miliar, setara Rp 744 triliun) pada 31 Desember 2020.

Sementara itu, Ooredoo adalah perusahaan komunikasi internasional yang beroperasi di Timur Tengah, Afrika Utara, dan Asia Tenggara.

Mereka melayani konsumen dan bisnis di 10 negara, dan Ooredoo menghasilkan pemasukan QAR 29 miliar (setara Rp 114 triliun, kurs Rp 3.914/riyal Qatar) di 31 Desember 2020. Sahamnya terdaftar di Qatar Stock Exchange dan Abu Dhabi Securities Exchange.

Manajemen kedua perusahaan menyatakan, Ooredoo Group saat ini memiliki 65% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo lewat Ooredoo Asia, sebuah perusahaan induk yang dimiliki sepenuhnya.

Penggabungan Indosat dan H3I akan menyebabkan CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada saat yang sama, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Bersamaan dengan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7% kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$ 387 juga.

Menyusul transaksi di atas, para pihak akan masing-masing memiliki 50% dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru yaitu Ooredoo Hutchison Asia dan memiliki 65,6% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison.

"Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison," tulis manajemen ISAT dan Tri Indonesia.

Aziz Aluthman Fakhroo, Managing Director of Ooredoo Group, mengatakan, kesepakatan ini adalah suatu langkah besar untuk mencapai visi bersama dalam menciptakan nilai yang luar biasa untuk para pelanggan dan pemegang saham lewat penggabungan dua perusahaan telekomunikasi terdepan Indonesia untuk melahirkan perusahaan nomor dua yang lebih kuat di Indonesia.

"Ini didukung oleh dua mitra yang sangat berkomitmen yaitu Ooredoo Group dan CK Hutchison. Dengan adanya kesepakatan ini, kami sekarang bisa fokus untuk menyelesaikan transaksi dan bekerja sama dengan CK Hutchison untuk menggabungkan keahlian dari masing-masing grup telekomunikasi global untuk membangun perusahaan telekomunikasi digital kelas dunia di Indonesia," katanya.

Dia mengatakan, perusahaan gabungan akan membawa nilai dan keuntungan yang signifikan bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham Indosat Ooredoo dan Ooredoo Group, pelanggan, karyawan, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Melalui skala ekonomi dan sinergi dari kedua perusahaan yang saling melengkapi ini, perusahaan gabungan akan mampu untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan untuk pemegang saham dan melanjutkan pertumbuhan bisnis yang telah dicapai Indosat Ooredoo.

"Hal yang tidak kalah penting adalah perusahaan gabungan akan hadir dengan kekuatan dan skala yang lebih besar untuk mempercepat transformasi digital Indonesia, serta peningkatan kinerja jaringan dan layanan untuk pelanggan yang lebih baik," jelasnya.

"Akhir kata, saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih pada pemerintah Indonesia atas kebijakan progresif yang memungkinkan konsolidasi ini terjadi dan terciptanya industri telekomunikasi yang lebih berkelanjutan, yang nantinya akan menguntungkan pelanggan, operator, dan masyarakat Indonesia pada umumnya."

Dalam kesempatan itu, Canning Fok, Group Co-Managing Director of CK Hutchison Holdings, mengatakan, kesepakatan ini adalah kesempatan besar untuk membangun perusahaan telekomunikasi yang lebih kuat dan inovatif di Indonesia.

"Hal ini juga merupakan transaksi yang memiliki nilai tambah untuk pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya," katanya.

Dia mengatakan Indosat Ooredoo Hutchison akan berada pada posisi yang dapat mempercepat laju pembangunan dan perkembangan jaringan untuk mendukung agenda digital pemerintah Indonesia, serta memberikan manfaat bagi para pelanggan dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

"Dengan skala yang lebih besar, spektrum jaringan yang semakin luas, dan pembiayaan yang lebih efisien, Indosat Ooredoo Hutchison akan dapat memperluas jaringannya dan menyempurnakan layanan, kualitas, serta kecepatannya."

"CK Hutchison telah berinvestasi dan mengoperasikan bisnis telekomunikasi di 12 pasar di berbagai belahan dunia, yang banyak di antaranya telah sukses menggelar jaringan 5G. Kami sangat menantikan kesempatan untuk membawa layanan 5G paling inovatif ke Indonesia di waktu yang tepat," katanya.

Manajemen keduanya menyatakan Indosat Ooredoo dan H3I memiliki infrastruktur yang saling melengkapi dan penggabungan kedua asetnya akan membuat perusahaan gabungan mendapatkan keuntungan dari sinergi biaya dan belanja modal (capex).

Hal ini akan memberikan hasil yang lebih baik kepada seluruh pemangku kepentingan. Perusahaan memperkirakan rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai US$ 300-400 juta dalam 3-5 tahun ke depan. Nilai itu setara dengan Rp 4,3 triliun-Rp 5,72 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading