Indosat Disebut Jual Data Center Rp 2,8 T, Dilego ke Siapa?

Market - Aldo Fernando & Monica Wareza, CNBC Indonesia
08 September 2021 16:52
Indosat

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten telekomunikasi grup Ooredoo Qatar, PT Indosat Tbk (ISAT), disebutkan tengah mempertimbangkan penjualan bisnis pusat data (data center) di tengah rencana konsolidasi dengan PT Hutchison 3 Indonesia.

Sejumlah sumber Bloomberg yang mengetahui informasi ini mengatakan emiten berkode saham ISAT itu tengah bekerjasama dengan penasihat keuangan untuk potensi penjualan aset, yang dapat mencapai dari US$ 150 juta hingga US$200 juta atau setara dengan Rp 2,15 triliun-Rp 2,86 triliun (kurs Rp 14.300/US$).

"Penjualan tersebut dapat menarik minat potensial dari investor infrastruktur dan perusahaan telekomunikasi," kata sejumlah sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena informasinya masih tertutup, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (8/9).


Ooredoo saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan CK Hutchison Holdings Ltd. untuk menggabungkan bisnis telepon nirkabel mereka di Indonesia, langkah yang akan mengkonsolidasikan pasar terbesar di Asia Tenggara dari sisi pelanggan.

Didirikan pada tahun 1967, Indosat diakuisisi pada tahun 2008 oleh Ooredoo, yang memiliki sekitar 65% saham perusahaan. Saat ini ISAT memiliki sekitar 60 juta pelanggan pada paruh pertama tahun ini, meningkat 5,3% dari tahun 2020.

Senior Vice President (SVP) Corporate Communication ISAT Steve Saerang ketika dihubungi CNBC Indonesia, Rabu sore (8/9), mengatakan perusahaan belum dapat memberikan konfirmasi terkait informasi atau pertanyaan terkait hal tersebut.

"Setiap kemungkinan transaksi penjualan atau perubahan struktur aset atau manajemen memerlukan pengumuman resmi aksi korporasi," katanya.

Saat ini, katanya, setelah membukukan hasil keuangan yang kuat pada semester pertama tahun 2021, perusahaan berfokus untuk mempertahankan momentum pertumbuhan dan menghantarkan produk yang 'Sederhana, Transparan, Relevan, dan Bebas Khawatir' untuk memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan dan perusahaan.

Rencana merger Indosat dan PT Hutchison 3 Indonesia (3 Indonesia) memang masih belum mencapai kesepakatan sejak diputuskan pada awal tahun ini.

Paling baru, perusahaan memperpanjang periode kesepakatannya hingga 23 September 2021.

Perpanjangan ini merupakan yang ketiga kalinya diputuskan oleh keduanya atas eksklusivitas Memorandum of Understanding (MoU) yang tidak mengikat secara hukum sehubungan dengan kemungkinan transaksi penggabungan bisnis keduanya.

Hal ini disampaikan manajemen Indosat Ooredoo pada 16 Agustus 2021 lalu, tanggal yang bertepatan dengan akhir dari periode perpanjangan kedua.

Setelah sebelumnya ditargetkan transaksi akan dapat rampung pada 30 April 2021, namun diperpanjang kembali menjadi 30 Juni 2021.

Hingga saat ini baik manajemen Tri maupun Indosat bungkam terkait dengan alotnya merger ini dan belum adanya kejelasan siapa yang menjadi entitas yang menerima merger.

Menanggapi ini, pengamat pelekomunikasi Heru Sutadi menyebut belum tercapainya kesepakatan keduanya diperkirakan karena masih belum dicapainya kesepakatan mengenai model konsolidasi yang akan dilaksanakan nanti.

Hal ini terbilang lumrah, mengingat kedua perusahaan ini merupakan perusahaan besar, Hutchison adalah 'raksasa' asal Hong Kong, sementara Ooredoo asal Qatar.

"Tampaknya memang masih butuh waktu bagi keduanya mencari model konsolidasi yang pas. Hal yang biasa sih, apalagi ini kan dua perusahaan besar, jadi akan banyak hal yang perlu disepakati," kata Heru kepada CNBC Indonesia, Rabu (18/8/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading