Ada Pandemi, Klaim BP Jamsostek Naik Rp 26,14 T di Agustus

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 September 2021 12:30
Dok: BP Jamsostek

Jakarta, CNBC Indonesia - BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek mencatat kenaikan klaim jaminan sampai dengan Agustus 2021. Hal ini disebabkan oleh dampak dari pandemi Covid-19 dan banyak peserta yang keluar dari pekerjaan.

Direktur Utama BP Jamsostek, Anggoro Eko Cahyo menyampaikan, secara tren, sejak tahun 2018 sampai dengan 2020, realisasi klaim selalu mengalami kenaikan.

Rinciannya, sebesar Rp 27,6 triliun untuk klaim pada tahun 2018, lalu Rp 29,7 triliun pada 2019 dan meningkat menjadi Rp 36,45 triliun pada tahun 2020.


Sementara itu, sampai dengan Agustus, total klaim mencapai Rp 26,14 triliun, lebih tinggi dari yang diperirakan BP Jamsostek. Angka ini juga mengalami kenaikan dari bulan Juni dan Maret yang di angka Rp 19,22 triliun dan Rp 9,10 triliun

"Kami melihat klaim prognsa kami melebish estimasi semuam di 2021, ini disebabkan pertama, dengan banyaknya pengangguran dan keluar pekernaa, klaim JHT meningkat," kata Anggoro, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Selasa (15/9/2021).

Kedua, imbas pandemi Covid-19, banyak peserta yang mengklaim jaminan kematian.

BP Jamsostek memperkirakan, sampai dengan akhir tahun ini, realisasi klaim akan meningkat sampai dengan Rp 40,61 triliun, atau lebih tinggi dari yang diperkirakan sebesar Rp 34,89 triliun.

Sementara itu, dari sisi kepesertaan aktif sampai dengan Agustus tercatat ada sebanyak 29,20 juta peserta atau hampir mendekati posisi akhir tahun 2020. BP Jamsostek memperkirakan, sampai akhir tahun peserta aktif akan ada tambahan peserta aktif menjadi 30,50 juta peserta.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading