Analisis

Wow! Jumlah Investor Bukalapak Salip ASII, Banyak Nyangkuter?

Market - Putra, CNBC Indonesia
15 September 2021 09:40
Bukalapak (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah lebih dari 1 bulan startup unicorn yang bergerak di sektor e-commerce yakni PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melantai di bursa saham domestik.

Dalam waktu yang masih seumur jagung, euforia di saham ini masih sangat kental terasa terutama jika dilihat dari sisi jumlah pemegang sahamnya.

BUKA resmi listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) tepatnya pada 6 Agustus 2021. Apabila mengacu pada prospektus perusahaan, jumlah pemegang saham alias investor BUKA sebelum IPO hanya 258 pihak.


Pemegang saham BUKA sebelum berasal dari berbagai latar belakang mulai dari founder, venture capital, perusahaan teknologi raksasa global, angel investor, reksa dana hingga karyawan serta ex-karyawan perseroan. Sementara pemegang saham terbesar yakni Grup Emtek lewat PT Kreatif Media Karya (KMK).

Namun berdasarkan data KSEI, per 31 Agustus 2021 jumlah pemegang sahamnya bertambah menjadi 132.082. Artinya ada pertambahan yang sangat pesat dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Saham BUKA juga ditransaksikan dengan sangat likuid.

Meskipun volume saham yang diperdagangkan cenderung menurun sejak 26 Agustus 2021, volume saham BUKA yang berpindah tangan setiap harinya di atas 100 juta saham.

Bahkan sehari setelah listing saham BUKA yang diperjualbelikan mencapai lebih dari 3,57 miliar saham atau lebih dari 3% total saham outstanding (beredar).

Jika dilihat dari sisi jumlah investor dalam jajaran 20 saham dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di dalam negeri, BUKA menduduki peringkat ke-7.

Jumlah pemegang saham BUKA yang hanya memiliki kapitalisasi pasar Rp 88 triliun ini bahkan melebihi pemegang saham big cap dan blue chip lainnya seperti PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP).

Berikut jumlah pemegang saham 20 emiten dengan kapitalisasi terbesar di Indonesia hingga akhir Agustus 2021 :

Emiten

Market Cap (Rp T)

Jumlah Pemegang Saham

BBCA

803,75

145.197

BBRI

570,65

360.225

TLKM

329,88

188.977

BMRI

289,11

96.285

ASII

219,62

120.825

ARTO

205,42

21.408

TPIA

155,72

3.203

UNVR

155,65

143.454

EMTK

119,84

36.202

HMSP

116,90

92.379

CPIN

109.46

10.941

DCII

106,08

1.102

BBNI

101,53

141,840

ICBP

99,13

88.134

BRPT

93,65

16.588

BUKA

87,09

132,082

BRIS

85,96

135,787

UNTR

79,17

27.973

KLBF

68,90

55.389

TOWR

67,98

21.009

Kenaikan jumlah investor ini seolah menunjukkan fenomena bahwa saham BUKA memang diminati oleh para investor terutama investor ritel.

Tentu masih ingat semua bahwa pada hari pertama melantai di bursa saham, antrean untuk membeli saham BUKA mencapai lebih dari 20 juta lot (2 miliar saham) hanya dalam hitungan kurang dari 30 menit.

Saat itu saham BUKA ditutup di level auto reject atas (ARA). Sehari setelahnya saham BUKA sempat ARA tetapi ditutup melemah, hanya saja masih di atas level Rp 1.000/unit.

Di hari kedua itulah volume transaksi saham BUKA mencapai rekor tertingginya dan banyak investor ritel yang membeli BUKA di level tertingginya yakni Rp 1.325/unit.

Setelah itu harga saham BUKA cenderung downtrend hingga sempat ditutup di bawah harga penawaran perdananya di Rp 830/unit pada 18 Agustus 2021. Pasca penurunan harga saham tersebut volume transaksi mulai menurun dan harga saham BUKA bergerak sideways.

Hingga perdagangan Selasa (14/9/2021) saham BUKA ditutup menguat 1,2% ke Rp 855/unit dengan nilai turnover mencapai Rp 124 miliar dan ditransaksikan sebanyak lebih dari 15 ribu kali.

Meskipun demikian, banyaknya jumlah pemegang saham BUKA tidak hanya mencerminkan minat investor yang tinggi, tetapi juga adanya kemungkinan bahwa banyak investor terutama individu ritel yang 'nyangkut' di saham BUKA saat membeli di harga tinggi hari-hari awal pasca-listing. Apalagi pada 8 Agustus lalu harganya sempat menembus Rp 1.110/saham.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading