Harga Batu Bara Melesat, Apa Kabar Bisnis Alat Berat RI?

Market - Khairun Alfi Syahri MJ, CNBC Indonesia
10 September 2021 14:35
eskcavator dan batu bara

Jakarta, CNBC Indonesia - Bisnis alat berat ikut merasakan dampak kenaikan harga komoditas batu bara beberapa waktu belakangan. Presiden Direktur PT Hexindo Adiperkasa Tak (HEXA) Djonggi Gultom menyebutkan selain permintaan yang terus naik, terbatasnya komponen membuat harga alat berat ikut naik baik dari sektor pertambangan hingga perkebunan.

"Permintaan alat berat naik terus, sesuai dengan ekspektasi tahun 2022 mulai start dengan baik, di mana komoditi yang lain juga harganya naik. Hal itu seiring dengan global activity kembali ke normal," ujar Djonggi dalam wawancara di program Closing Bell CNBC Indonesia, Kamis (09/09/2021).

"Kalau kita lihat persentasenya sekarang sudah mulai naik sekitar 20%-30%," lanjutnya.



Selain itu, menurut dia pada saat bersamaan Original Equipment Manufacturer (OEM) juga menaikkan ketersediaan alat sesuai dengan demand yang ada. Situasi ini membuat permintaan atau antrean alat berat makin terhambat atau delay yang mana didorong dengan naiknya harga material cost atau bahan baku.

Djonggi juga mengatakan terjadi kenaikan harga alat berat sekitar 20% dari harga biasanya yang diakibatkan oleh naiknya bahan baku dan local vendor dari tempat pembuatan alat berat itu sendiri. Selain itu, kebutuhan alat berat untuk forestry juga meningkat sehingga membuat kesulitan akan kebutuhan alat berat tersebut.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading