Saham Allo Bank Melonjak 20% pada Sesi I, Ini Pemicunya

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
10 September 2021 12:06
Allo Bank

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham emiten bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) melonjak pada penutupan sesi I perdagangan hari ini, Jumat (10/9/2021).

Kenaikan saham BBHI merespons rencana penawaran umum terbatas (PUT) III dalam rangka Penambahan Modal dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BBHI melejit 20,26% ke posisi Rp 2.730/saham, dengan nilai transaksi Rp 98,28 miliar dan volume perdagangan 37,61 juta saham.


Investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 155,74 juta di pasar reguler.

Dalam sepekan, saham BBHI terkerek 24,66%, sedangkan dalam sebulan naik 7,91%. Adapun secara year to date (ytd) saham BBHI ‘meroket’ 1.163,62%.

Sebelumnya, BBHI akan menggelar PUT III dalam rangka penambahan modal melalui rights issue.

Berdasarkan prospektus yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Mega Corpora yang menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 90%, memiliki opsi untuk dapat mengalihkan HMETD yang menjadi haknya kepada investor tertentu yang memiliki komitmen untuk mendukung permodalan dan kegiatan usaha perseroan

"Mega Corpora memiliki opsi untuk dapat mengalihkan sebagian atau seluruh dari HMETD yang menjadi haknya kepada investor tertentu sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (4) POJK 9/2018," tulis prospektus, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (10/9).

POJK itu mengatur bahwa apabila setelah terjadinya pengambilalihan, perseroan melakukan aksi korporasi yang mengakibatkan terpenuhinya kepemilikan masyarakat paling sedikit 20%, maka kewajiban mengalihkan saham yang dikuasai akibat Penawaran Tender Wajib sehingga kepemilikan melebihi 80% tidak berlaku.

"Dengan asumsi HMETD Mega Corpora dapat diambil sebagian oleh investor strategis dan sebagian dilaksanakan oleh Mega Corpora serta seluruh pemegang saham publik mengambil bagian atas HMETD yang menjadi haknya, maka bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD-nya akan terkena dilusi kepemilikan maksimum sebesar 48,49%," tulis prospektus tersebut.

Sumber pasar mengembuskan informasi bahwa investor strategis yang akan masuk menyerap saham baru itu berasal dari perusahaan dengan ekosistem digital yang tengah hype saat ini, kendati manajemen BBHI menyatakan akan segera merilis detail nama investor baru tersebut.

Dalam PUT ke-III ini, eks Bank Harda ini akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 11.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham yang akan ditawarkan melalui PMHMETD atau 94,15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Adapun harga yang akan ditetapkan dalam rights issue ini akan diumumkan kemudian di dalam prospektus PMHMETD dengan memperhatikan peraturan dan ketentuan yang berlaku.

"Saham baru dalam PMHMETD memiliki hak yang sama dan sederajat dalam segala hal termasuk hak dividen dengan saham yang telah disetor penuh lainnya," tulis prospektus BBHI.

Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Oktober 2021. Dengan demikian pelaksanaan PMHMETD sesuai ketentuan yang berlaku paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaksanaan RUPSLB.

"Rencana PMHMETD akan meningkatkan modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan sekitar 94,15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh saat 4 ini dan untuk memperkuat struktur permodalan dalam pengembangan usaha BBHI termasuk pengembangan bidang kredit dengan inovasi teknologi atau yang dikenal dengan bank digital," tullis BBHI.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, diatur ketentuan Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) di mana KBMI 2 disyaratkan dengan modal inti lebih dari Rp 6 triliun.

Modal Inti BBHI per 31 Agustus 2021 tercatat sebesar Rp 1,15 triliun, sehingga perseroan bermaksud untuk meningkatkan modal inti agar memenuhi kriteria KBMI 2 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading