OJK Perkirakan Kredit Perbankan Tumbuh 4%-4,5% Tahun Ini

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
08 September 2021 17:40
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan kredit perbankan bisa tumbuh pada kisaran 4% sampai dengan 4,5% hingga akhir tahun ini.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengungkapkan, target itu bisa lebih tinggi bila pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di tanah air terus massif dan tidak ditemukannya varian baru virus Corona.

"Kita perkirakan di atas 4%, rangenya mungkin 4%-4,5% di akhir tahun. Ini target yang sebenarnya cukup konservatif, karena jika vaksin epat dan tidak ada varian baru, kita bisa akan lebih optimis," kata Wimboh, dalam konferensi pers, Rabu (8/9/2021).


Wimboh mengungkapkan, pandemi menyebabkan intermediasi kredit perbankan belum tumbuh secara optimal. Hal ini terutama dirasakan di sektor korporasi seperti perhotelan, industri maskapai penerbangan hingga BUMN seperti PLN dan Pertamina yang tidak memerlukan kredit modal kerja yang besar seperti sebelum pandemi. Imbasnya, kredit korporasi masih minus 2,2%.

"Tetapi kami yakin, kondisi ini akan rebound dan kembali normal apabila Covid ditangani dengan baik dan memiliki keleluasaan untuk melakukan aktivitas osial dan ekonomi," ujarnya.

OJK mencatat, kendati kredit di sektor korporasi masih terkontraksi, penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tercatat tumbuh secara tahunan 1,93% pada Juli dan 1,11% sejak awal tahun ini.

"Kami yakin dengan semakin dibukanya PPKM, UMKM akan tumbuh cukup pesat dan akan mendorong pertumbuhan komersial dan korporasi," kata Wimboh.

Sementara itu, dari kredit yang direstrukturisasi juga terus mencatatkan tren penurunan. Sampai dengan Juli, nilai outstanding restrukturisasi kredit perbankan turun menjadi Rp 778,91 triliun dari 5,01 juta debitur dan 71,53% di antaranya debitur UMKM. Angka ini membaik dari bulan sebelumnya yang tercatat senilai Rp 791,93 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

OJK Beberkan Alasan Bank Sulit Turunkan Bunga Kredit


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading