Erick Thohir Mau Merger Indihome-ICON, Begini Respons Telkom

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
06 September 2021 15:56
Rapat Kerja Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN Erick Thohir (Tangkapan Layar Youtube DPR RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyebutkan penggabungan bisnis jasa layanan internet milik BUMN dinilai akan memberikan dampak jangkauan layanan yang lebih luas. Selain itu, juga menimbulkan efisiensi bisnis yang lebih besar di bisnis fixed broadband dengan percepatan pengembangan jaringan yang lebih baik.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom Indonesia Heri Supriadi mengatakan dia menilai ide yang disampaikan oleh Kementerian BUMN mengenai rencana penggabungan bisnis ini dapat diterima dan akan memberikan efisiensi yang besar dari sisi investasi perusahaan.

"Kalau dilihat secara lebih luas adanya kemungkinan penggabungan dari investasi di fixed broadband ini akan mempercepat jaringan broadband di Indonesia artinya capital tersebut bisa dikonsolidasi untuk manfaat yang lebih luas," kata Heri dalam pubex live secara virtual, Senin (6/9/2021).


Namun demikian, Heri menyebut hingga saat ini masih belum ada perbincangan yang dilakukan oleh kementerian bersama dengan perusahaan dan BUMN lainnya yang menyediakan jasa yang sama. Perusahaan tersebut antara lain PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Dia menjelaskan, saat ini Telkom dengan bisnis fixed broadband Indihome saat ini memiliki pangsa pasar 80% di seluruh Indonesia. Namun, ini masih belum menjangkau seluruh potensi pasar yang yang ada di Indonesia.

Kebutuhan fixed broadband ini dinilai masih sangat besar mengingat jumlah rumah tangga di Indonesia mencapai 65 juta dengan asumsi sepertiga dari rumah tangga tersebut membutuhkan layanan tersebut. Sehingga konsolidasi ini dinilai akan dapat mempercepat penetrasi layanan ke masyarakat.

"Dengan adanya rencana ini kami menganggap ini rencana positif dalam rangka mempercepat akselerasi broadband bagi seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan sinyal ada rencana konsolidasi bisnis di lini jasa internet yang dimiliki oleh BUMN.

"Memang ada catatan bagaimana kondisi beberapa BUMN yang mengembangkan usahanya di luar klasterisasi," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR, Senin (30/8/2021).

"Jujur memang ada satu dua BUMN yang sedang kita dalami, salah satunya memang kalau dalam pembicaraan internal kami karena ada rapim [rapat pimpinan] mingguan, mengenai tadi ICON+ dengan Telkom [IndiHome]. Nah ini kita lakukan," kata Erick.

Saat ini beberapa BUMN yang menjadi 'pesaing' Telkom antara lain PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasa Marga Related Business (JMRB) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk atau PGN memiliki bisnis internet di bawah PT Telemedia Dinamika Sarana dengan brand untuk produk internetnya bernama Gasnet.

Lalu PT PLN (Persero) terjun ke bisnis internet melalui anak usahanya PT Indonesia Comnets Plus (ICON+). Melalui anak usahanya tersebut, BUMN setrum ini melahirkan produk layanan internet broadband full fiber optic dengan nama Iconnet yang diluncurkan pada 31 Mei 2021 lalu. Sebelumnya brand dikenal dengan nama Stroomnet.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading