Gainers-Losers Sesi I

Anak Baru Jadi Saham Top Gainers bareng BEBS, DNAR-MPPA Drop

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
06 September 2021 12:17
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten pendatang baru yang bergerak di bisnis eksportir minyak kelapa PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS) dan emiten emiten produsen beton ready mix dan precast PT Berkah Beton Sadaya (BEBS) bercokol di top gainers pada paruh pertama perdagangan hari ini, Senin (6/9/2021).

Berbeda, saham bank PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) dan emiten pengelola Hypermart Grup Lippo PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menjadi saham top losers.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak loyo di awal pekan. IHSG turun 0,28% ke posisi 6.109,954 pada penutupan sesi I perdagangan Senin (6/9).

Menurut data BEI, ada 237 saham naik, 236 saham merosot dan 169 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 6,02 triliun dan volume perdagangan mencapai 13,42 miliar saham.

Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp 118,19 miliar di pasar reguler. Sementara, asing mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 51,98 miliar.

Berikut 5 saham top gainers dan losers sesi I hari ini (6/9).

Top Gainers

  1. Indo Oil Perkasa (OILS), saham +24,44%, ke Rp 336, transaksi Rp 56,5 M

  2. Agro Yasa Lestari (AYLS), +18,63%, ke Rp 121, transaksi Rp 27,7 M

  3. Berkah Beton Sadaya (BEBS), +8,75%, ke Rp 1.305, transaksi Rp 54,1 M

  4. Trimegah Karya Pratama (UVCR), +7,41%, ke Rp 580, transaksi Rp 34,8 M

  5. Wijaya Karya (WIKA), +7,37%, ke Rp 1.020, transaksi Rp 98,6 M

Top Losers

  1. Bank Oke Indonesia (DNAR), saham -6,78%, ke Rp 330, transaksi Rp 22,9 M

  2. PAM Mineral (NICL), -6,42%, ke Rp 102, transaksi Rp 22,6 M

  3. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS), -5,56%, ke Rp 85, transaksi Rp 67,4 M

  4. Matahari Putra Prima (MPPA), -4,64%, ke Rp 925, transaksi Rp 22,7 M

  5. BPD Banten (BEKS), -4,59%, ke Rp 101, transaksi Rp 22,4 M

Saham emiten yang baru melakukan debut hari ini, OILS, memuncaki daftar top gainers dengan melonjak 24,44% Rp 336/saham. Lonjakan tinggi memang lazim terjadi kepada saham yang baru 'manggung'. Nilai transaksi saham OILS tercatat tinggi, yakni Rp 56,5 miliar dengan volume perdagangan 174,9 juta saham.

Dalam penawaran umum (initial public offering/IPO) ini, OILS menawarkan sebanyak 150 juta saham baru atau setara 33% dari modal disetor dengan harga pelaksanaan Rp 270 per saham, sehingga, dari IPO ini, perseroan meraih dana sebesar Rp 40,50 miliar.

Saat debut perdana melantai di bursa, saham OILS terpantau menguat 15,56% ke level Rp 312 per saham.

Rencananya, dana yang diperoleh perseroan dari hasil IPO tersebut akan digunakan untuk pembiayaan modal kerja pembelian bahan baku produksi.

Saat ini, produk-produk IOP telah dipasarkan ke Sri Lanka, Malaysia dan Tiongkok, dan siap diluncurkan ke negara-negara Asia Tenggara lainnya dan menjadi urutan ke-7 eksportir minyak kopra terbesar di Indonesia

Bersama saham OILS, saham BEBS melesat 8,75%, melanjutkan tren penguatan pada 2 hari sebelumnya. Pada Jumat (3/9) pekan lalu, misalnya, saham ini menjadi top gainers usai terkerek 8,60%. Dalam sepekan saham BEBS melejit 26,70%, sementara dalam sebulan 'terbang' 150,96%.

Pada 23-26 Agustus lalu, saham BEBS sempat mencatatkan reli kenaikan seiring kabar Ustaz Yusuf Mansur, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an, dan juga pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren) memborong saham tersebut.

Pada Juni 2021 Yusuf Mansur telah menekan kontrak kerjasama dengan BEBS lewat PT Apel Mas Indonesia (AMI), perusahaan air minum milik YM. Kerja sama senilai Rp 125 miliar akan digunakan untuk membangun pabrik air mineral AMI.

Sementara, saham DNAR anjlok hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 6,78% ke Rp 330/saham. Investor tampaknya mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) setelah pada Jumat pekan lalu saham ini melonjak 16,45%.

Kemudian, saham MPPA tergerus 4,64% ke Rp 925/saham, melanjutkan pelemahan 3,00% pada perdagangan Jumat minggu sebelumnya. Dalam sepekan saham MPPA turun 2,63%, sementara dalam sebulan merosot 5,13%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Saham Emiten Pengembang Lido Jawara, Giliran Duo Baja Merana


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading