Permintaan Flat, Harga Tembaga Terpleset

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
06 September 2021 13:35
Indonesia lewat PT Indonesia Alumunium (Inalum) menguasai 51% saham PT Freeport Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, melakukan kunjungan kerja ke tambang Freeport di Timika, Papua pada 2-3 Mei 2019.

Dalam acara, Jonan mengunjungi tambang emas legendaris milik Freeport Indonesia, yaitu Grasberg, yang lokasinya 4.285 meter di atas permukaan laut.

Tambang Grasberg ini akan habis kandungan mineralnya dan berhenti beroperasi pada pertengahan 2019 ini. Sebagai gantinya, produksi meas, perak, dan tembaga Freeport akan mengandalkan tambang bawah tanah yang lokasinya di bawah Grasberg.

Dalam kunjungan tersebut, Jonan didampingi Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin, serta sejumlah pejabat Kementerian ESDM.

Perjalanan menuju Grasberg dilakukan menggunakan bus khusus, dan sempat disambung dengan menggunakan kereta gantung atau disebut tram yang mengantarkan hingga ketinggian 4.000 meter di atas permukaan laut, dan disambung dengan bus lagi hingga ke puncak Grasberg.

Cuaca gerimis serta oksigen yang tipis menyambut kedatangan Jonan dan rombongan di lokasi puncak Grasberg.

Dalam kunjungannya Jonan mengatakan, tantangan saat ini adalah membuat operasional Freeport terus berjalan dengan baik, dan produksi, keselamatan kerja, serta lingkungan dapat terjaga dengan baik.

Jonan meminta agar tidak ada hambatan dalam pengelolaan tambang Freeport pasca pengambilalihan 51% saham oleh Inalum.

Jonan juga meminta agar ke depan peranan Freeport terhadap masyarakat Papua makin besar, lewat pembangunan sarana dan prasarana seperti sekolah serta rumah sakit atau puskesmas. (CNBC Indonesia/Wahyu Daniel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga tembaga dunia terkoreksi perdagangan siang hari ini. Meningkatnya persediaan tembaga di China dan permintaan tembaga yang datar menekan harga komoditas ini.

Pada Senin (6/9/2021) pukul 11:10 WIB, harga tembaga tercatat US$ 9.411/ton. Turun 0,59% dibandingkan perdagangan akhir pekan lalu.


tembagaSumber: investing.com

Dilansir SMM (Shanghai Metals Market), persediaan tembaga di China meningkat 2.800 mt (metric ton) menjadi 133.900 mt. Sayangnya peningkatan persediaan ini tidak diikuti oleh peningkatan permintaan. Sehingga terjadi kelebihan persediaan yang menyebabkan harga tembaga turun. Adanya pembatasan penggunaan listrik di daerah Guangxi memperlambat penyerapan persediaan tembaga di Guangdong.

Harga tembaga masih berpotensi terkoreksi pekan ini karena kelebihan persediaan. Persediaan diprediksi masih meningkat karena datangnya tembaga impor. Sementara itu permintaan kemungkinan masih datar seperti pekan kemarin.

Perlu diketahui, harga tembaga didorong oleh permintaan dan penawaran. Ketika penawaran (persediaan) tinggi sementara permintaan datar atau turun, maka harga tembaga cenderung akan turun karena kelebihan persediaan. Sebaliknya jika penawaran (persediaan) turun sedangkan permintaan tinggi, maka harga tembaga akan naik karena kelangkaan.

TIM RISET CNBC INDONESIA


(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading