Dirut GTSI Beberkan Peluang Bisnis Usai IPO

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
03 September 2021 16:17
Akan IPO, Begini Peluang Bisnis Infrastruktur LNG di GTS Internasional (CNBC Indonesia TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT GTS Internasional Tbk (GTSI) bersiap untuk melakukan penawaran umum saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan akan membangun sarana floating storage regasification unit (FSRU) yang akan dioperasikan oleh anak usahanya yakni PT Anoa Sulawesi Regas.

Direktur Utama GTS International Kemal Imam Santoso menyebutkan kebutuhan gas setiap tahunnya meningkat 17-22% setiap tahunnya. Selain itu dalam pengembangan bisnis infrastruktur LNG dibutuhkan membutuhkan modal besar dan merupakan bisnis jangka panjang sehingga berpeluang untuk terus berkembang. Selain itu perusahaan pun memiliki kontrak jangka panjang dengan PLN sebagai off taker.

"Ke depannya pendapatannya akan stabil dalam jangka panjang, kami sebagai shareholder juga akan stabil. Menjamin stabilitas revenue, tidak ada fluktuasi dalam pendapatan, dan sebagai perusahaan terbuka tentu harus menuruti aturan yang ditetapkan," kata Kemal dalam Profit CNBC Indonesia, Jumat (3/9/2021).


Wilayah Indonesia timur yang memiliki ladang gas terbesar, menurutnya juga menjadi potensi pada pemenuhan kebutuhan gas. Meski saat ini pengangkutan gas dari timur ke barat masih menjadi tantangan, ketika ekonomi Indonesia timur meningkat maka bisa jadi potensi bagi perusahaan.

"Agar perekonomian disana bergerak lebih cepat, karena pasti membutuhkan gas," tambahnya.

Dengan kepastian kestabilan pendapatan dalam jangka panjang, tantangannya adalah mengelola biaya agar tidak terjadi pembengkakan. Kemal mengatakan beban biaya harus dijaga sehingga bisa mempertahankan margin sesuai rencana perusahaan. Dia menegaskan kestabilan pendapatan dalam jangka panjang menjadi hal penting yang harus diperhatikan bagi perusahaan.

"Ini bukan jenis usaha yang tiba-tiba pendapatannya naik dan turun, tapi yang terpenting adalah stabil. Dalam perjalanannya kami juga melakukan ekspansi dan meningkatkan bisnisnya, bisa saja kita membeli kapal baru. Ada kepastian di bisnis kami," pungkasnya.

Kemal menambahkan setelah 30 tahun beroperasi menjaga kepercayaan investor dan partner bisnisnya menjadi hal yang utama. Hal ini pun juga akan tetap dilakukan setelah perusahaan melantai di bursa.

"Kami sudah beroperasi 30 tahun, kalau tidak bisa menjaga kredibilitas tidak akan bisa survive. Yang utama adalah menjaga kepercayaan investor bahwa bagaimana menjaganya, prinsip kehati-hatian akuntabel dan laporan berkala kepada regulator, juga akan dilakukan," ujarnya.

Selain itu, menurutnya dengan melantai di bursa menjadi kesempatan bagi investor terutama dengan adanya tanda pemulihan ekonomi dan terkendalinya pandemi Covid-19. Kemudian 60% dana IPO ini akan digunakan untuk membangun infrastruktur gas FSRU seiring dengan adanya kontrak jangka panjang dengan PLN selama 15 tahun.

"Dengan kontrak jangka panjang dan sangat jelas, yakni BUMN sebagai off taker. Makanya Capex yang disiapkan harus besar, seperti maintenance kapal misalnya. Pencapaiannya kami harap bisa memenuhi suplai yang dijanjikan dengan tepat, baik secara harga, waktu, dan kualitas , dan safety," ujar Kemal.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Prospek Pengembangan Bisnis GTSI di Sektor Green Energy


(rah/rah)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading