Hary Tanoe cuma Serap Rights Issue Rp 200 M, Saham BABP ARB!

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
03 September 2021 10:58
Hary Tanoesoedibjo/dok MNC Foto: Hary Tanoesoedibjo/dok MNC

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) terkoreksi lagi pada perdagangan awal sesi I, Jumat ini (3/9/2021) sebesar 5,85% di Rp 386/saham, bahkan sempat auto reject bawah (ARB), penurunan maksimal sehari 7%.

Kamis kemarin (2/9), data BEI juga mencatat saham BABP turun menyentuh ARB6,82% di Rp 410/saham dan Selasa (1/9) saham Bank MNC yang fokus pada bank layanan digital MotionBanking ini juga turun 0,90% di Rp 440/saham.

Pada awal perdagangan Jumat ini, saham anak usaha dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) ini sebetulnya sempat menyentuh ARB6,8% di Rp 382/saham, setelah itu penurunan berkurang menjadi 5,8% di Rp 386/saham.

Nilai transaksi perdagangan saham BABP mencapai Rp 109 miliar dengan volume perdagangan 280,55 juta saham.

Kabar teranyar, BABP telah mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 31 Agustus 2021.

Pernyataan efektif ini untuk melaksanakan penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

BABP berencana menambah modal melalui HMETD, menargetkan 14.234.614.922 saham seri B, dengan rasio 2:1 (dua saham lama akan mendapatkan satu HMETD), maksimal 33,33% dari total modal disetor setelah HMETD.

Dengan harga eksekusi HMETD sebesar Rp 318, BABP menargetkan penghimpunan dana segar hingga Rp 4,5 triliun.

Manajemen BABP menjelaskan, seluruh dana hasil rights issue tersebut 100% akan digunakan untuk, pertama, untuk memperkuat struktur permodalan MNC Bank.

Kedua, memperluas kapasitas pinjaman MNC Bank dan akuisisi nasabah secara digital untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.

Ketiga, untuk pengembangan MotionBanking sebagai aplikasi perbankan layanan digital terintegrasi.

Hary Tanoe Serap

Manajemen BABPdalam pernyataan resmi menyatakan, ada investor strategis yang akan berinvestasi di BABP melalui private placement, menyusul pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) BABP yang telah disetujui OJK.

Terkait harga pelaksanaan rights issue yang di bawah harga pasar, hal itu dinilai justru akan menguntungkan pemegang saham.

"Investor ritel aman. Dalam rights issue BABP tidak ada standby buyer dan BCAP hanya akan mengambil sebagian dari sisa rights tidak kurang dari Rp200 miliar, itu karena sisanya dicadangkan untuk investor strategis," kata Presiden Direktur MNC Kapital Indonesia,Wito Mailoa, dalam keterangan resmi, Kamis (2/9/2021).

Hal itu dijelaskan Wito guna menjawab pertanyaan media yang menanyakan mengenai informasi dalam prospektus BABP.

Dalam prospektus, MNC Kapital Indonesia milik taipan Hary Tanoe, sebagai pemegang saham utama MNC Bank akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya tidak kurang dari Rp 200 miliar atau setara dengan 628,93 juta saham.

Selanjutnya, Wito optimistis pasar menyambut positif aksi korporasi pelaksanaan HMETD BABP tersebut, di mana BCAP akan menyerap sebagian saham BABP. Ditambah lagi, ada investor strategis yang akan masuk BABP.

Seperti diketahui, BABP berencana menambah modal melalui HMETD, menargetkan 14.234.614.922 saham seri B, dengan rasio 2:1, maksimal 33,33% dari total modal disetor setelah HMETD.

Dengan harga eksekusi HMETD sebesar Rp 318, maka Price-to-Book Value (PBV) pasca-HMETD akan berada pada 2,79x dibandingkan dengan PBV sebesar 7,41x pada penutupan perdagangan kemarin.

Oleh karena itu, Wito meyakini seluruh saham baru yang akan diterbitkan BABP akan terserap.

Terlebih, harga pelaksanaan rights issue tersebut di bawah harga pasar saat ini, sehingga menguntungkan bagi investor.

"Justru menguntungkan pemegang saham, karena bisa menambah kepemilikannya dengan harga murah," ungkapnya.

Jika pemegang saham tidak menambah kepemilikannya, lanjutnya, mereka dapat menjual bukti rights kepada pihak lain.

"Cara mana yang akan ditempuh, keduanya memberikan keuntungan kepada pemegang saham," kata Wito.

Adapun, jadwal waktu terkait rights issue MNC Bank, yakni:

- 31 Agustus, pernyataan efektif dari OJK
- 10 September, tanggal pencatatan
- 14 -27 September, periode perdagangan
- 29 September, akhir pembayaran efek tambahan
- 4 Oktober, distribusi
- 4 Oktober, pengembalian uang untuk efek yang tidak terpenuhi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Lawan' Bank Jago Cs, Hary Tanoe Ungkap Jurus Bank Digitalnya


(adf/adf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading