Wah HERO Tiba-tiba Jual IKEA Sentul City Rp 280 M

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
01 September 2021 09:25
IKEA

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) melaporkan telah menjual salah satu portofolio aset properti toko perdagangan IKEA, yaitu IKEA Sentul City, kepada PT Archipelago Property Development (APD), perusahaan terafiliasinya.

Penandatanganan akta jual beli ini dilakukan pada tanggal 27 Agustus 2021 lalu dengan total nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 280 miliar.

Berdasarkan prospektus yang diumumkan melalui keterbukaan informasi, APD yang bertindak sebagai pembeli IKEA Sentul merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan HERO.


Perusahaan yang didirikan tahun 2016 ini sahamnya dipegang oleh Mulgrave Corporation B.V. (25%) dan The Dairy Farm Company Ltd. (75%), yang mana juga merupakan pemegang saham mayoritas dan pengendali HERO.

Selain itu dua anggota direksi HERO juga merangkap sebagai direktur dan komisaris pada APD.

Direksi perseroan mengungkapkan saat ini HERO menghadapi kondisi perdagangan yang menantang disebabkan oleh pandemi Covid-19 dan lemahnya kinerja perekonomian. Hal ini terlihat dari buruknya kinerja keuangan sepanjang tahun lalu, dan belum kunjung membaik pada semester pertama tahun ini.

Posisi neraca keuangan HERO juga telah menurun secara signifikan selama 12 bulan terakhir dengan membukukan posisi kas bersih sebesar Rp168 miliar pada tanggal 31 Desember 2020 dan selanjutnya melaporkan posisi utang bersih sebesar Rp463 miliar pada 31 Desember 2020.

Sebelumnya HERO mengumumkan pada Mei 2021 bahwa mereka akan mengubah pendekatan perdagangannya dengan meningkatkan investasinya di merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket dan beralih dari merek Giant dan resmi menutup gerai perdagangan tersebut.

"Menyusul pengumuman ini, perseroan telah menjajaki divestasi sejumlah properti yang dimiliki untuk memberikan perseroan fleksibilitas neraca yang lebih baik untuk menunjang jalannya kegiatan usaha selama pandemi Covid-19 serta inisiatif pertumbuhan di masa depan," tulis direksi HERO, dikutip CNBC Indonesia dari laman keterbukaan publik Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/9/2021).

Prospektus tersebut juga menyebutkan bahwa toko IKEA yang dijual kepada APD tersebut akan tetap disewakan kepada pengelola saat ini, yaitu PT Rumah Mebel Nusantara (RUMAH) yang merupakan anak perusahaan dan sahamnya 99,99% dimiliki oleh HERO

"Transaksi ini akan memberikan perseroan kemampuan untuk memonetisasi aset yang tidak likuid dengan nilai pasar wajar dan memberikan fleksibilitas neraca tambahan kepada Perseroan," tambah pihak manajemen.

Pendapatan dari transaksi ini akan digunakan untuk mengurangi fasilitas pinjaman dan mendukung kebutuhan modal kerja dan operasional Perseroan.

Direksi HERO percaya bahwa transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan yang diciptakan oleh pembayaran utang serta memberikan Perseroan fleksibilitas keuangan untuk mendukung inisiatif pertumbuhan di masa depan.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Wiseso Saladin & Rekan yang bertindak sebagai penilai independen yang ditunjuk perusahaan berpendapat bahwa hasil dari penjualan aset akan mengurangi tingkat utang dan memperkuat posisi keuangan perseroan, pengurangan tingkat utang juga akan mengurangi pembayaran bunga di masa depan.

Selain itu keuntungan dari penjualan aset akan mendukung profitabilitas HERO pada tahun 2021.

Sepanjang 6 bulan pertama tahun ini HERO mencatatkan kenaikan kerugian bersihnya yang fantastis menjadi Rp 550,89 miliar, atau membengkak 173% dari kerugian pada periode yang sebesar Rp 202,08 miliar.

Hal ini sebagian diakibatkan oleh pendapatan HERO yang tercatat menyusut 26% dari semula mencapai Rp 4,95 triliun, kini menjadi Rp 3,66 triliun.

Kondisi buruk ini terjadi ketika emiten ritel lain seperti MAPI (Mitra Adiperkasa), MAPA (MAP Aktif), RALS (Ramayana Lestari Sentosa) dam LPPF (Matahari Departement Store) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan melaporkan perbaikan kinerja dengan membukukan laba bersih pada semester pertama tahun ini.

Liabilitas perusahaan tercatat naik dari posisi akhir Desember tahun lalu sebesar Rp 2,98 triliun menjadi sebesar Rp 3,62 triliun pada Juni 2021, yang mana sebagian besarnya atau lebih dari 85% merupakan kewajiban jangka pendek.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Duh! Semua Gerai Giant Tutup Permanen Juli, Ini Alasan HERO


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading