Semester I-2021

Matahari Cetak Laba Rp 532 M, Sinyal Bisnis Ritel Bangkit?

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
26 August 2021 18:10
Dok. Matahari

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten Grup Lippo, PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan laba bersih mencapai Rp 532,48 miliar pada semester I-2021, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang merugi bersih Rp 357,87 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, total pendapatan bersih naik 58,66% menjadi Rp 3,57 triliun dari periode Juni 2020 sebesar Rp 2,25 triliun.

Manajemen LPPF menyatakan perseroan melaporkan penjualan kotor sebesar Rp 6,6 triliun untuk periode yang berakhir 30 Juni 2021, atau 67% di atas pencapaian pada periode yang sama tahun 2020.


"Matahari telah kembali meraih profitabilitas, dengan laba bersih Rp 533 miliar untuk semester pertama tahun 2021. Hasil ini dicapai meskipun terdapat pembatasan mudik yang mempengaruhi penjualan Lebaran, daya beli yang menurun, pembatalan cuti bersama dan beberapa langkah yang diambil demi melindungi kesehatan masyarakat seperti pengurangan jam operasional," kata Terry O'Connor, CEO Matahari, dalam keterbukaan informasi, Kamis ini (26/8).

Secara rinci, dari total penjualan semester I-2021, penjualan eceran naik menjadi Rp 2,20 triliun dari sebelumnya R 1,44 triliun. Penjualan konsinyasi juga melesat menjadi Rp 1,37 triliun dari sebelumnya Rp 760,07 miliar, sementara pendapatan jasa turun menjadi Rp 7,08 miliar dari sebelumnya Rp 48,75 miliar.

"Kami senang dapat kembali meraih profitabilitas dan ini merupakan bukti kerja keras dan ketekunan karyawan kami. Kami telah melunasi utang kami dan memiliki saldo kas yang sangat sehat pada akhir periode," katanya.

"Oleh karena itu, kami percaya Matahari dapat tampil jauh lebih baik setelah PPKM seiring dengan semakin cepatnya pelaksanaan inisiatif dan tantangan terkait Covid-19 semakin terlampaui dan kami bermaksud menjadikan musim lalu sebagai pembelajaran utama bagi musim Lebaran 2022," sebutnya.

Beberapa strategi yang dilakukan yakni margin yang lebih dapat diprediksi dengan penghentian penjualan merek dan mode yang berkinerja buruk, modernisasi yang sedang berlangsung atas barang dagangan, dengan serangkaian inisiatif baru yang telah membuahkan hasil.

Selain itu, wilayah operasi yang ditata ulang demi produktivitas yang lebih tinggi, pekerjaan peningkatan gerai untuk pengalaman berbelanja yang lebih lancar, penggunaan pengeluaran modal yang lebih selektif untuk peningkatan pelayanan pelanggan yang utama, peralihan ke model beraset ringan dengan berkurangnya gudang, aset dan aset berkinerja rendah berjalan dengan baik.

Sebelumnya Auric Digital Retail baru-baru ini telah menjadi pemegang saham terbesar di perseroan.

Terry O'Connor menegaskan bahwa di tengah nilai saham yang terlalu rendah, perseroan meluncurkan program pembelian kembali saham (buyback) pada Agustus 2021, dengan maksimal 15% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan dengan dana yang dialokasikan sebesar Rp 450 miliar.

Saat ini Matahari punya 145 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia, mempekerjakan lebih dari 40.000 karyawan (termasuk SPG produk konsinyasi) dan bermitra dengan sekitar 400-500 pemasok lokal serta internasional.

Data BEI mencatat saham LPPF pada perdagangan Kamis sore ini (26/8) ditutup naik 8,73% di Rp 2.490/saham dengan nilai transaksi Rp 75 miliar. Sepekan saham LPPF naik 21% dan sebulan juga cuan 39,11%, sementara dalam 3 bulan terakhir naik 44%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Auric Pengendali Baru Matahari, Simak Jadwal Tender Offernya!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading