Bitcoin Diramal ke Rp 1,4 M dalam 6 Bulan, Emas Bakal Hancur?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
29 August 2021 08:40
Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejak pertengahan Juli lalu, harga bitcoin terus menanjak hingga bergerak di kisaran US$ 50.000/koin belakangan ini. Pada perdagangan Minggu (29/8/2021), pukul 7:44 WIB, bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 49.082/koin, naik tipis 0,34% dari penutupan perdagangan sebelumnya.

Bitcoin merupakan mata uang kripto yang digadang-dagang sebagai emas digital, sehingga sering dibandingkan dengan emas asli.

Di saat bitcoin terus menanjak, harga emas justru kesulitan menguat. Harga bitcoin bahkan diprediksi akan meroket hingga menyentuh US$ 100.000/koin atau sekitar Rp 1,4 miliar per koin dalam 6 bulan ke depan.


idr

Prediksi tersebut diutarakan oleh Florian Grummes, direktur pelaksana di Midas Touch Consulting. Meski demikian, Grummes mengatakan sebelum mencapai US$ 100.000/koin, bitcoin diperkirakan akan berbalik merosot dulu. Ia menyarankan investor untuk menunggu bitcoin di kisaran US$ 34.000 hingga US$ 38.000/koin sebelum membeli.

"Apa yang kita alami dalam lima pekan terakhir adalah bagus, rebound yang tajam pasca mengalami aksi jual yang menjadi ciri khas mata uang kripto," kata Grummes, sebagaimana dilansir Kitco, Kamis (26/8/2021).

"Jika ada aksi jual lagi, bitcoin berisiko ke US$ 25.000/koin. Itu masih mungkin terjadi, setelahnya bitcoin akan kembali ke kisaran US$ 35.000/koin dan kembali ke US$ 60.000/koin kemudian aksi beli akan kembali lagi. Saya pikir bitcoin akan menyentuh US$ 100.000/koin dalam enam bulan ke depan," tambahnya.

Volatilitas bitcoin yang sangat besar tersebut tentunya memberikan peluang cuan yang besar, tetapi risikonya juga setimpal. Sehingga, bitcoin dan mata uang kripto lainnya menarik bagi investor untuk berspekulasi. Hal tersebut membuat emas menjadi kurang menarik.

Analis dari Wells Fargo mengatakan emas yang kesulitan untuk menguat belakangan ini dikatakan akibat kompetisinya dengan bitcoin, bukan karena fundamentalnya.
Secara fundamental, kondisi makroekonomi saat ini dengan suku bunga rendah, stimulus fiskal, hingga inflasi tinggi dikatakan seharusnya menguntungkan emas, tetapi tidak terjadi saat ini.

"Sejak tahun lalu emas berkompetisi dengan mata uang kripto, khususnya bitcoin yang popularitasnya meningkat," kata Analis Wells Fargo, John LaForge, sebagaimana dilansir Kitco.

"Bitcoin merupakan mata uang kripto tertua dan terbesar di industri, dan secara terus menerus dibandingkan dengan emas sebagai aset penyimpan nilai. Supply keduanya terbatas dan perlu usaha besar untuk menambangnya, serta kenaikan harga tidak membuat produksi meningkat.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Kebangkitan Emas Pasca Jackson Hole

Kebangkitan Emas Pasca Jackson Hole
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading