The Fed Masih Santuy, Harga Emas Antam Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
28 August 2021 11:20
Emas Antam

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas di pasar primer nasional hari ini, Sabtu (28/8/2021) menguat, menyusul konfirmasi bahwa kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) bakal masih longgar dan ramah terhadap logam mulia.

Mengacu pada harga PT Aneka Tambang Tbk, emas satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 951.000 per batang, atau menguat 0,95% (Rp 9.000/gram) dalam sehari. Sementara itu, emas 100 gram berada di level Rp 88.412.000/batang atau setara Rp 884.120/gram.


Berat

Harga Dasar

Harga NPWP (+Pajak 0,45%)

Harga Non NPWP (+Pajak 0,9%)

0.5 gr

525500

527500

529500

1 gr

951000

955000

959000

2 gr

1,842,000

1,850,000

1,858,000

3 gr

2,738,000

2,750,000

2,762,000

5 gr

4,530,000

4,550,000

4,570,000

10 gr

9,005,000

9,045,000

9,086,000

25 gr

22,387,000

22,487,000

22,588,000

50 gr

44,695,000

44,896,000

45,097,000

100 gr

89,312,000

89,713,000

90,115,000

250 gr

223,015,000

224,018,000

225,022,000

500 gr

445,820,000

447,826,000

449,832,000

1000 gr

891,600,000

895,612,000

899,624,000

Sumber: Logam Mulia

Harga emas Antam sepanjang pekan ini memang terhitung menguat, yakni sebesar 0,3% atau Rp 3.000/gram jika dibandingkan dengan harga penutupan Sabtu pekan lalu sebesar Rp 948.000/gram.

Meski demikian, pergerakan sepekan cukup volatil. Dari 6 hari perdagangan, harga logam mulia tersebut menguat 3 hari, melemah sebanyak 2 hari. Satu hari yakni pada Jumat harga emas Antam tersebut ditutup flat, sebelum menguat pada Sabtu ini.

Laju penguatan terbesar dicetak pada hari ini, setelah pejabat resmi bank sentral Amerika Serikat (AS) yakni Federal Reserve (The Fed) dalam simposium Jackson Hole menyatakan bahwa pihaknya tidak akan terburu-buru melakukan pengetatan moneter.

Pengetatan moneter, yang dilakukan dengan menaikkan suku bunga acuan, menjadi kabar buruk bagi aset lindung nilai seperti emas. Pasalnya, langkah tersebut bakal diikuti penguatan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS di pasar, yang membuat kupon obligasi lebih menarik.

Investor global pun cenderung memilih surat berharga tersebut, ketimbang emas, terutama di tengah penguatan dolar AS ketika moneter diketatkan. Setelah bos The Fed Jerome Powell menyatakan tak akan buru-buru menaikkan suku bunga, pasar masih menilai emas menarik untuk dikoleksi.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading