Awas Rugi Bandar, Harga Emas Diprediksi Turun Ekstrem

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
28 August 2021 06:50
Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada ramalan buruk soal harga emas. Bahkan emas diprediksi turun ekstrem.

Ini pertama kali diungkap analis komoditas Reuters, Wang Tao. Ia mengatakan jika emas dunia gagal menembus ke resisten US$ 1.800/troy ons, harga akan terus mengalami penurunan.


"Lebih dari itu, kegagalan menembus US$ 1.800/troy ons akan membawa kehancuran," tegas Wang dalam risetnya, dikutip Sabtu (28/7/2021).

Level US$ 1.800/troy ons memang menjadi krusial bagi emas. Banyak analis menetapkan level psikologis tersebut sebagai area resisten.

Wang ragu apakah harga emas bisa naik ke US$ 1.828-1.861/troy ons. Ia menilai mungkin tren kenaikan harga emas sudah selesai, di mana pola penurunan harga sudah terbentuk secara teknikal.

Sebenarnya, jika melihat awal pekan ini, Senin (23/8/2021), emas sempat meroket 1,4%, emas mengakhiri perdagangan di US$ 1.805/troy ons, di atas level resisten. Tetapi tidak lama kemarin langsung balik lagi ke bawahnya.

Jika melihat ke belakang, pada 6 Agustus lalu harga emas dunia jeblok 2,3% ke US$ 1.762/troy ons. Ini juga dari posisi penutupan hari sebelumnya US$ 1.804/troy ons.

Sehari setelah jeblok, emas bahkan mengalami flash crash atau ambrol nyaris 4,5% dalam tempo kurang dari 15 menit. Pergerakan tersebut menunjukkan aksi jual emas meningkat ketika sudah berada di bawah US$ 1.800/troy ons.

Di sisi lain, isu tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) oleh bank sentral Amerika (AS) atau The Fed menjadi momok lain. Di 2013, harga emas dunia ambrol saat The Fed melakukan tapering.

Kala itu, saat ini dilakukan bank sentral, aliran modal akan keluar dari negara emerging market dan kembali ke Negeri Paman Sam. Hal tersebut dapat memicu gejolak di pasar finansial yang disebut taper tantrum.

Di 2013, dolar AS menjadi amat perkasa. Harga emas dunia yang dibanderol dengan mata uang Paman Sam menjadi terpukul. Taper tantrum pernah terjadi hingga 2015.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas, Harga Emas Diramal Jatuh 45% Gegara Ini


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading