Tunggu The Fed & Kabul Membara, Cek Saham-saham Potensi Cuan!

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
27 August 2021 08:28
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Tanah Air berakhir di zona merah lantaran diterpa aksi jual pelaku pasar asing pada perdagangan Kamis kemarin (26/8/2021).

Data BEI menunjukkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,90% ke level 6.058,08 poin dengan nilai transaksi Rp 11,37 triliun dengan aksi jual pelaku pasar asing Rp 273,46 miliar.

Saham-saham yang paling banyak ditransaksikan antara lain, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) hingga PT Bank Jago Tbk (ARTO).


Sebelum memulai perdagangan menjelang akhir pekan ini, Jumat (27/8/2021) simak rekomendasi saham pilihan sebagaimana dirangkum CNBC Indonesia:

MNC Asset Management - Kejatuhan Bursa AS

IHSG melemah imbas pelemahan indeks Dow Jones di bursa AS sebesar 0,54% mengantisipasi hasil simposium tahunan Jackson Hole Jumat ini mengenai apakah bank sentral AS, The Fed akan mengurangi bond-buying (pembelian obligasi) alias tapering sebesar US$ 10 miliar dari US$ 120 miliar di dalam Paket Stimulus yang selama ini dilakukan. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati situasi yang terjadi di Afghanistan setelah 12 tentara AS tewas dan 60 orang sipil tewas serta puluhan lainnya terluka akibat peristiwa ledakan di Kabul.

Saham pilihan:

ADRO

MAPI

KLBF

SSIA

Reliance Sekuritas - Menanti Pertemuan The Fed

Bursa saham AS jatuh pada hari Kamis kemarin karena pasar menjadi berhati-hati setelah ledakan di Afghanistan. Korban sipil dilaporkan dari ledakan di luar bandara Kabul, meningkatkan ketegangan saat AS mengevakuasi daerah tersebut.

Selain itu, investor juga menanti pertemuan The Federal Reserve yang dapat memberikan lebih banyak petunjuk tentang pendekatannya untuk mengurangi stimulus. Sinyal ini mengemuka setelah anggota non-voting dari Komite Pasar Terbuka Federal juga membuat komentar moneter hawkish, mendesak The Fed untuk mulai mengurangi program pembelian asetnya.

Saham pilihan:

TLKM

BBCA

ANTM

BMRI

Samuel Sekuritas - IHSG Berpeluang Melemah

IHSG diperkirakan kembali melemah mengikuti bursa global dan regional seiring adanya sentimen negatif global serta menanti hasil keputusan kelanjutan tapering di AS. Sementara itu, terkait perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri tercatat menurun 9.5% dibanding hari sebelumnya menjadi sebesar 16,899 kasus dengan daily positive rate sebesar 13.1% dan kasus aktif total mencapai 243,588.

Saham pilihan:

MIKA

MAPI

SCMA

EXCL

Indosurya Bersinar Sekuritas - IHSG dalam Tekanan

Perkembangan pergerakan IHSG pada pekan terakhir di bulan ke delapan 2021, terlihat masih betah dalam area konsolidasi dengan potensi tekanan yang masih cukup besar dalam rentang jangka pendek, sehingga pola pergerakan yang sejatinya sideways selama bulan ini memiliki peluang untuk diakhiri dengan peluang koreksi terbatas.

Momentum ini dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang, hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan.

Saham pilihan:

UNVR

BBCA

GGRM

WIKA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tunggu Pengumuman PDB RI, Cek Saham-saham Potensi Cuan Ini!


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading