Aroma Moneter Longgar Mulai Hilang, IHSG Longsor hampir 1%

Market - Putra, CNBC Indonesia
26 August 2021 15:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri hari dengan depresiasi 0,90% ke level 6.058,08 pada perdagangan Kamis (26/8/21).

Nilai transaksi hari ini sebesar Rp 11,2 triliun dan terpantau investor asing menjual bersih Rp 73 miliar di pasar reguler.

Asing melakukan pembelian di saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebesar Rp 38 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 51 miliar.


Sedangkan jual bersih dilakukan asing di saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang dilego Rp 68 miliar dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) yang dijual Rp 37 miliar.

Bank of Korea mengumumkan menaikkan suku bunga acuannya, sesuai dengan konsensus pasar, menjadi 0,75%. Sebelumnya, bank sentral Korea Selatan ini mempertahankan suku bunga dasarnya di posisi terendah 0,5%.

Pasar cenderung cemas karena kebijakan tersebut ditafsirkan menjadi awal tren berbaliknya iklim moneter longgar yang selama ini dipertahankan di berbagai negara maju, dan memicu masuknya dana-dana berlebih di pasar model mereka ke negara berkembang.

Ketika moneter ketat mulai diberlakukan, maka risiko terjadinyacapital outflowpun terbuka kian lebar, terutama jika negara maju telah berhasil mengendalikan penyebaran virus Covid-19 sementara negara berkembang masih kedodoran, sehingga pemulihan ekonomi mereka tertinggal.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Cek! 10 Saham Tercuan di Mei, Ada yang Melesat Ratusan Persen


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading