Investor Wait & See, Bursa Asia Cuma Menguat Tipis

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
25 August 2021 16:45
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa Asia kembali ditutup menguat pada perdagangan Rabu (25/8/2021) namun cenderung tipis-tipis, di tengah sikap investor yang berhati-hati dan menanti agenda penting seputar moneter di Amerika Serikat (AS).

Indeks Shanghai Composite China ditutup melesat 0,74% ke level 3.540,38, KOSPI Korea Selatan bertambah 0,27% ke 3.146,81, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat 0,39% ke posisi 6.113,24.

Sedangkan untuk indeks Straits Times Singapura turun tipis 0,13 poin (-0,00%) ke level 3.107,49.


Sementara untuk indeks Nikkei Jepang dan Hang Seng Hong Kong ditutup melemah cenderung tipis pada hari ini. Indeks Nikkei ditutup turun tipis 0,03% ke level 27.724,80 dan Hang Seng melemah 0,13% ke posisi 25.693,95.

Indeks Nikkei dan Hang Seng ditutup melemah tipis karena para pelaku pasar di kedua negara tersebut dan sebagian besar investor di Asia sedang memasang sikap kehati-hatian (wait and see) dan menanti agenda penting seputar moneter di Amerika Serikat (AS).

"Tidak ada alasan khusus untuk mendorong saham hari ini kecuali kenaikan di Wall Street dan investor menjadi berhati-hati tentang reli di pasar AS," kata Hideyuki Suzuki, manajer umum riset investasi untuk SBI Securities, dikutip dari Reuters.

Fokus investor global pekan ini masih berpusar pada Jackson Hole, simposium tahunan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang akan berlangsung Kamis dan Jumat secara virtual.

Acara ini menghadirkan para bankir sentral dari seluruh dunia untuk membahas kebijakan moneter masing-masing negara.

Ketua The Fed, Jerome Powell akan menyampaikan pidato yang akan disiarkan langsung pada Jumat (27/8/2021) pukul 10.00 pagi waktu AS atau pukul 21:00 WIB.

Pidato berjudul "The Economic Outlook" itu diperkirakan menyinggung nasib program pembelian obligasi bulanan senilai US$ 120 miliar yang selama ini dijalankan oleh The Fed.

Investor akan mendengarkan dengan cermat pidato Powell tersebut dan akan memantau kapan The Fed mungkin akan mulai meluncurkan program tapering tersebut. Namun sejauh ini, mereka memperkirakan bank sentral terkuat dunia tersebut tidak akan terburu-buru.

Walaupun investor global, termasuk di Asia sedang wait and see, namun sentimen positif masih mendominasi pasar keuangan global pada hari ini, yakni seputaran izin penuh penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) buatan Pfizer-BioNTech.

Badan Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) AS telah memberikan izin penuh bagi vaksin Covid-19 besutan Pfizer-BioNTech pada Senin (23/8/2021) lalu.

Di lain sisi, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus akan menggelar konferensi pers hari ini mengenai perkembangan terbaru pandemi Covid-19 di global.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mayoritas Bursa Asia Menguat, Nikkei Merosot, IHSG Juara!


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading