Sentimen Positif Merebak, IHSG Akhiri Sesi 1 di Zona Hijau

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
25 August 2021 11:55
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di lajur penguatan pada perdagangan sesi pertama Rabu (25/8/2021), tanpa sekalipun menyentuh zona merah di tengah tren pergerakan variatif di kawasan Asia Pasifik.

Menurut data PT Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.103,92 atau bertambah 14,4 poin (+0,24%). Dibuka naik 0,08% ke 6.094,146, indeks acuan utama bursa ini terus terus melambung hingga menyentuh level tertingginya pada 6.131,91 usai pukul 09:30 WIB.

Posisi pembukaan IHSG itu juga sekaligus menjadi level terendah hariannya. Sebanyak 252 saham menguat, 227 lain melemah, dan 164 sisanya flat.


Nilai transaksi bursa nyaris menyentuh Rp 7 triliun yang melibatkan 15 miliaran saham dalam transaksi sebanyak 1 jutaan kali. Mayoritas investor asing hari ini mengambil posisi beli, sehingga mencetak pembelian bersih (net buy) Rp 208,5 miliar.

Saham yang mereka buru terutama adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai pembelian masing-masing sebesar Rp 175,6 miliar dan Rp 49,2 miliar. Saham BBCA flat di Rp 33.000 sementara BMRI loncat 2,15% ke Rp 5.950/saham.

Sebaliknya, saham yang mereka lego terutama adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) dengan nilai penjualan masing-masing sebesar Rp 27,5 miliar dan Rp 21,6 miliar. Kedua kompak melemah, masing-masing sebesar 0,4% dam 1,5% ke Rp 1.255 dan Rp 1.300/unit.

Saham bank digital kembali menjadi favorit pemodal, yakni PT Bank MNC International Tbk (BABP) dan PT Bank Capital Indonesia Tbk yang memimpin dari sisi nilai perdagangan dengan total transaksi masing-masing sebesar Rp 526,4 miliar dan Rp 504,4 miliar. Keduanya tertekan, masing-masing sebesar 1,3% dan 2,8% ke Rp 462 dan Rp 515/saham.

Reli IHSG terjadi di tengah tren pergerakan variatif di bursa utama Asia Pasifik, di mana indeks bursa Taiwan memimpin dengan reli sebesar 1% diikuti indeks Selandia baru sebesar 0,8%. Sebaliknya, indeks Hang Seng Hong Kong memimpin koreksi, sebesar 0,36%.

Sentimen positif mendominasi didorong keyakinan bahwa pemulihan ekonomi dunia bakal semakin cepat setelah Badan Obat dan Makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS) memberikan izin penuh bagi vaksin Covid-19 besutan Pfizer-BioNTech.

Di sisi lain, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah menyepakati solusi pembagian beban anggaran negara, di tengah masih berlarutnya pandemi. Otoritas moneter tersebut setuju untuk membeli langsung surat utang pemerintah Indonesia dengan nilai total Rp 439 triliun.

Kerja-sama tersebut memberikan tambahan kapasitas belanja negara, tatkala penerimaan pajak tengah tertekan, sementara penerbitan obligasi di pasar sekunder yang berlebihan di tengah prospek pengetatan moneter AS akan memperberat beban pendanaan (cost of fund) yang ditanggung negara.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Sempat Naik di Awal Sesi Perdagangan, IHSG Ditutup Melemah


(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading