Tok! Private Placement 15 Miliar Saham Acset Direstui

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 August 2021 19:14
Acset Indonusa

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemegang saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST), emiten konstruksi dari Grup Astra, menyetujui rencana penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau private placement sebanyak-banyaknya 15 miliar saham.

Hal ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di United Tractors Ballroom, Cakung, yang digelar Rabu ini (18/8).

Perseroan berencana akan mengeluarkan saham baru sebanyak-banyaknya 15 miliar lembar saham baru yang masing-masing bernilai Rp 100/saham dalam private placement ini.


Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 70,01% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan setelah penambahan modal selesai dilaksanakan.

PT Karya Supra Perkasa (KSP) sebagai pemegang saham utama dan pemegang saham pengendali perseroan telah menyatakan dukungan penuhnya untuk berpartisipasi dalam penambahan modal ini guna meningkatkan kemampuan Perseroan dalam menghadapi tantangan industri yang sedang berlangsung.

KSP adalah anak usaha dari PT United Tractors Tbk (UNTR), emiten tambang dan alat berat yang juga menjadi anak usaha PT Astra International Tbk (ASII).

Sehubungan dengan rencana penambahan modal yang akan berdampak pada peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor perseroan, RUPSLB juga menyetujui perubahan atas Anggaran Dasar Perseroan Pasal 4 ayat (1) mengenai Modal Dasar Perseroan dan Pasal 4 ayat (2) mengenai Modal Ditempatkan dan Disetor Perseroan.

"Pelaksanaan penambahan modal termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final atas saham baru akan kami umumkan kepada publik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Kami mengapresiasi dukungan pemegang saham yang terus menerus dalam upaya kami untuk mendorong pertumbuhan perseroan," ujar Idot Supriadi, Presiden Direktur ACSET, dalam keterangan resmi, Rabu (18/8/2021).

Pada kesempatan yang sama, ACSET juga menyampaikan pemaparan kinerja finansial dan operasionalnya hingga semester pertama 2021.

ACST mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 14% dari Rp 748,76 miliar menjadi Rp 644,07miliar.

Namun, ACSET masih konsisten mencatatkan perbaikan pada biaya keuangan dan beban lainnya yang berkontribusi pada penurunan rugi bersih sebesar 39,26% dari Rp 252,20miliar menjadi Rp 153,17 miliar di Juni 2021.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perlambatan yang terjadi di industri akibat pandemi cukup berperan menahan laju perseroan dalam upaya perbaikan yang dilakukan.

ACSET mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp 191,38 miliar yang terdiri dari proyek fondasi dan infrastruktur, yakni proyek fondasi BUMN Center, fondasi Jembatan Layang Arumaya Residence, fondasi Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi, pekerjaan perbaikan Tol Cipali KM 122, Underpass Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati dan penanganan longsor Tol Balaraja Timur KM 1.

Hingga periode ini, pendapatan perseroan didominasi oleh sektor konstruksi sebesar 47,0%, infrastruktur sebesar 40,2%, dan fondasi sebesar 8,4%, sementara sektor lainnya yang merupakan aktivitas perdagangan dan jasa sewa yang dilakukan anak usaha berkontribusi sebesar 4,4%.

Ke depan, ACSET optimis bahwa upaya perbaikan yang dilakukan di internal dapat meningkatkan kondisi Perseroan dan mendorong pertumbuhan dengan lebih positif lagi.

Operational excellence sebagai agenda besar ACSET di tahun ini masih terus diusahakan dengan langkah-langkah strategis di segala aspek, baik di ranah finansial, operasional, manajemen kontrol, mitigasi risiko, pembaruan teknologi dan digitalisasi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Emiten Kertas Sinarmas Moncer, Giliran Saham VRNA-BKSL Drop!


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading